Apa saja Perbedaan Masker Palsu dengan yang Asli?

  • Bagikan
Ilustrasi masker medis Foto: Mika Baumeister via Unsplash

FENESIA – Baru-baru ini, masker medis palsu banyak beredar di masyarakat. Masker palsu ini dapat membahayakan para penggunanya, karena dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terpapar Covid-19. 

Mengutip wawancara Dr Simon Kolstoe, dari School of Health and Care Professions at University of Portsmouth, UK dengan CGTN yang diunggah di laman newseu.cgtn.com dari Asumsi.co, ada tiga cara untuk membedakan antara masker medis yang asli dengan yang palsu.

1. Perhatikan bahan masker

Masker medis Foto: Healthline.com

Biasanya, masker medis atau bedah memiliki tiga lapisan bahan yang berbeda, yaitu lapisan luar adalah lapisan hidrofobik, yang dapat mencegah masuknya air. Bagian ini meski tidak terlalu tahan air, tetapi sudah semestinya tahan pada percikan. Sementara bagian dalam terdiri dari semacam kertas tisu yang dapat menyerap dan menangkap kelembapan.

Sedangkan, untuk masker wajah berbahan kain, semakin kuat masker tersebut semakin efisien. Banyak masker wajah berbahan kain yang dilengkapi dengan filter, yang mewakili lapisan perlindungan tambahan. Sementara masker berbahan kain tipis disebut Kolstoe tidak efektif.

2. Perhatikan kemasannya

Ilustrasi masker medis Foto: Mika Baumeister via Unsplash

Di Uni Eropa, semua masker wajah yang dianggap APD atau perangkat medis yang telah menjalani uji kualitas memiliki stempel persetujuan, tanda CE.

Untuk menerima tanda CE, masker yang berbeda harus memenuhi standar yang berbeda sesuai dengan tujuan penggunaannya. Misalnya, masker bedah yang biasanya digunakan oleh staf klinis punya kode EN 14683, pelindung wajah harus memiliki standar EN 166, masker seperti FFP2, FFP3 atau KN95 harus memenuhi persyaratan EN149.

3. Lakukan uji kecocokan

Ilustrasi perbandingan masker Foto: Smart Air

Caranya membandingkan antara masker yang asli dengan yang palsu adalah dengan mencoba memadamkan api dengan cara meniup sementara mulut masih menggunakan masker. Masker wajah yang bagus seharusnya tidak menggerakkan nyala api. Bahan yang tidak terlalu efektif, misalnya kain yang tipis, akan memungkinkan api padam dengan cukup mudah.

Kolstoe mengatakan pihaknya menguji metode ini pada 9 jenis masker wajah yang berbeda, dan dia menemukan bahwa masker N95 adalah yang terbaik untuk efisiensi dan kesesuaian.

Itulah tiga cara untuk membedakan antara masker asli dengan yang palsu, selamat mencoba!

  • Bagikan