Jakarta – Warga Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Aditya Pratama Putra menjadi korban salah sangka karena wajahnya disebut mirip dengan terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan perempuan, Taufik Hidayat (30), yang kini diburu polisi.
Adit, yang pernah berakting dalam serial televisi Preman Pensiun, kemudian membuat video klarifikasi. Dalam rekaman itu, ia juga menyinggung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan menegaskan bahwa dirinya bukan Taufik Hidayat yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Adit mengaku tak menyangka ikut terdampak saat kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan perempuan selama tiga tahun itu terbongkar pekan lalu. Foto Taufik Hidayat sempat viral, sementara Dedi juga menggelar sayembara untuk memburu terduga pelaku.
Sejak saat itu, Adit kerap mengalami kejadian tidak menyenangkan di ruang publik karena wajahnya disebut mirip dengan sosok yang dicari polisi. Ia mengaku mulai dari dipandangi sinis, dicurigai warga, hingga ditarik dan diinterogasi.
Bahkan, ia sempat dikeplak emak-emak karena disangka sebagai DPO tersebut.
“Ya jadi kan awalnya dari awal kasus ini mencuat di sosmed tuh ya sering seliweran ya di FYP [for your page/paparan konten digital berdasarkan algoritma media sosial]. Saya kurang menanggapi karena agak miris sih ngelihat korban, karena kan yang sering ditampilkan tuh muka korban dan awalnya yang sering ditampilkan DPO-nya tuh muka Taufik yang diedit-editan tuh,” kata Adit, Selasa (23/6) dikutip dari detikJabar.
Ia awalnya menganggap pesan dan tanda dari teman-temannya di media sosial hanya sebagai candaan. Namun, lama-kelamaan, ia mulai menyadari situasinya berbeda.
“Nah, mungkin belakangan ini muncul muka dia yang tanpa filter, yang aslinya gitu ya. Ya awalnya saya nggak nyadar, cuma ada beberapa DM, ‘Dit mirip, Dit mirip,’ di DM. Teman-teman ada juga yang nge-tag di beberapa akun, ‘Kayak kamu, kayak kamu’ gitu ya,” ujarnya.
Setelah itu, Adit mulai merasakan suasana yang tidak biasa saat berada di tempat umum. Ia melihat sejumlah orang memandangnya curiga.
“Saya hiraukan, sampai akhirnya ketika saya di ruang publik beberapa kali kayak ada yang mandang sinis, terus kayak gimana-gimana gitu ngelihatin terus,” katanya.
Puncaknya terjadi saat ia sedang berbelanja di sebuah minimarket. Seorang laki-laki tiba-tiba menarik baju bagian belakangnya dan menanyakan apakah dirinya DPO.
“Sampai akhirnya kemarin puncaknya itu ada bapak-bapak, saya lagi di sebuah minimarket tiba-tiba narik baju belakang. Ya pakai bahasa Sunda, ‘Didinya [kamu] DPO?’,” tuturnya.
Adit yang terkejut langsung menjelaskan bahwa dirinya bukan orang yang tengah dicari polisi. Ia bahkan menunjukkan kartu identitas untuk meyakinkan warga tersebut.
“‘Oh, maaf Pak bukan,’ saya bilang. ‘Ah, bohong’ katanya. ‘Saya mah Adit, nama saya Adit’. Kebetulan kan bawa KTP saya tunjukin. ‘Oh, hapunten [maaf] Kang’ katanya, ‘Saya kira Akang yang DPO itu, soalnya mirip’,” ujarnya.
Kejadian serupa kembali dialaminya pada malam hari saat sedang membeli nasi goreng bersama istri. Kali ini, ia mengaku sempat dikeplak seorang ibu-ibu.
“Itu kemarin sore kalau bapak-bapak. Nah malamnya saya lagi beli nasi goreng sama istri, tiba-tiba dikeplak ibu-ibu. Itu enggak tahu karena apa, tapi tiba-tiba dia pergi aja gitu. Mungkin sangka dia saya DPO juga,” kata pemeran Arman dalam Preman Pensiun itu sambil tertawa.
Meski tidak mengalami kekerasan fisik yang serius, Adit mengaku mulai khawatir karena kasus Taufik Hidayat menjadi sorotan nasional. Kekhawatirannya bertambah setelah KDM mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi akurat mengenai keberadaan Taufik Hidayat.
Itulah yang membuat Adit memutuskan membuat video klarifikasi dan mengunggahnya ke media sosial. Dalam video itu, ia memaparkan kronologi kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya akibat dituduh sebagai Taufik Hidayat.
“Ya makanya saya bikin video klarifikasi karena khawatir kan. Karena kemarin aja tuh dua kali saya hampir salah sasaran gitu, walaupun ya tidak ada kekerasan fisik secara keras gitu,” ujarnya.
Adit berharap pelaku yang sebenarnya segera ditangkap agar kasus ini segera terang dan korban memperoleh keadilan seutuhnya.
“Ya mungkin harapan saya sih satu, pelaku atau DPO ini segera tertangkap karena sudah cukup meresahkan se-Indonesia ya, apalagi cukup prihatin atas yang terjadi pada korban,” katanya.
Sebelumnya, seorang perempuan disekap selama tiga tahun diduga oleh kekasihnya sendiri. Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya sejak lebih dari tiga tahun lalu.
Diberitakan detikJabar, korban diduga disekap kekasihnya, TH, di sebuah indekos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Korban diduga mendapatkan penganiayaan selama penyekapan tersebut.







