Jakarta – Kepergian Ani Yudhoyono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, rumah mereka di Cikeas terasa sepi selama dua tahun setelah ibundanya wafat.
AHY menyampaikan kenangan tersebut saat peluncuran buku “The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY” karya Merry Riana di Jakarta, Senin (3/11).
Menurut AHY, Cikeas yang dulu dikenal sebagai pusat kegiatan politik, kehilangan auranya setelah Ani Yudhoyono meninggal dunia.
“Kami menjadi saksi dua tahun gelap, Cikeas gelap seperti hilang auranya,” ujar AHY.
AHY juga mengungkapkan kesedihannya melihat SBY sangat terpukul atas kepergian sang istri tercinta.
Namun, di tengah kesedihan itu, SBY menemukan cara untuk bangkit dengan melukis, menulis puisi, dan menciptakan lagu.
“Happiness is something to fight for. It’s not given,” kata AHY mengutip pesan ayahnya.
AHY memuji ketegaran SBY dalam menghadapi masa sulit dan melakukan transformasi diri.
Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni 2019 di National University Hospital (NUH), Singapura, setelah berjuang melawan kanker darah.
Istri Presiden ke-6 RI itu dirawat sejak 2 Februari 2019 dan selalu didampingi oleh SBY serta anak dan menantunya.
Sempat menjalani transplantasi sumsum tulang belakang, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di usia 66 tahun.
Ani Yudhoyono adalah putri dari mantan Panglima RPKAD, Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo.
Selain dikenal sebagai ibu negara, Ani Yudhoyono juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat.







