FeedSport

Afrika Selatan Ukir Sejarah Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

15
×

Afrika Selatan Ukir Sejarah Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
9e2db70fc7d81ed05b6040ad84efaebf.jpg
9e2db70fc7d81ed05b6040ad84efaebf.jpg

Monterrey – Afrika Selatan mencatatkan sejarah gemilang dalam partisipasi mereka di Piala Dunia 2026 setelah memastikan satu tempat di babak 32 besar. Kepastian tersebut diraih usai Bafana Bafana menundukkan Korea Selatan dengan skor tipis 1-0 dalam laga pamungkas Grup A yang berlangsung di Monterrey Stadium, Kamis (25/6/2026).

Gol tunggal kemenangan Afrika Selatan tercipta pada menit ke-63 melalui skema serangan balik cepat. Thapelo Maseko sukses mengonversi peluang tersebut menjadi gol yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Korea Selatan, Kim Seung-gyu.

Kemenangan ini menempatkan Afrika Selatan di posisi kedua klasemen akhir Grup A dengan mengumpulkan total empat poin. Hasil tersebut sekaligus memecahkan rekor buruk negara tersebut yang selalu tersingkir di fase grup pada edisi 1998, 2002, dan 2010.

Keberhasilan Afrika Selatan menembus fase gugur untuk pertama kalinya ini tidak terlepas dari perubahan format turnamen yang diterapkan FIFA. Piala Dunia 2026 kini diikuti oleh 48 negara, di mana 32 tim berhak melaju ke babak gugur, termasuk delapan tim yang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Dosen S1 PJKR FKOR UNS sekaligus Kabid Binpres ESI Surakarta, Putri Indah Nazareta, memberikan tanggapannya mengenai format baru tersebut. Ia menilai bahwa perluasan partisipasi negara akan meningkatkan daya tarik kompetisi di tingkat global.

Menurut Putri Indah Nazareta, Piala Dunia 2026 menjadi ajang yang sangat menarik karena mempertemukan lebih banyak negara dalam format baru. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kualitas kompetisi tetap akan ditentukan oleh kemampuan masing-masing tim dalam beradaptasi dengan tekanan turnamen yang tinggi.

Sementara itu, bagi Korea Selatan, kekalahan ini membuat mereka berada dalam posisi sulit. Skuad asuhan pelatih tersebut kini harus menunggu hasil perhitungan klasemen dari grup lain untuk menentukan apakah mereka bisa melaju ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Jalannya pertandingan sendiri berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Korea Selatan yang menerapkan formasi tiga bek sempat mendominasi melalui peluang Kang-In Lee pada menit ke-8, namun tembakannya masih melenceng.

Afrika Selatan juga memberikan ancaman melalui Evidence Makgopa dan Oswin Appollis. Namun, ketangguhan kiper Korea Selatan, Seung-Gyu Kim, mampu menjaga gawangnya tetap perawan hingga babak pertama usai dengan skor kacamata 0-0.

Memasuki babak kedua, Afrika Selatan lebih berani bermain terbuka. Gol Thapelo Maseko pada menit ke-63 menjadi pembeda dalam laga tersebut. Korea Selatan sempat berupaya membalas dengan mengurung pertahanan lawan, namun disiplin lini belakang Afrika Selatan membuat skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dalam pertandingan ini, Afrika Selatan turun dengan formasi 4-2-3-1, mengandalkan R. Williams di bawah mistar gawang serta duet lini tengah Y. Sithole dan T. Mbatha. Di sisi lain, Korea Selatan menggunakan formasi 3-4-1-2 dengan mengandalkan kreativitas Lee Kang-in untuk menyuplai bola ke lini depan.

4559797a78d5c3a06e81ab5ec42ffd1a.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Swiss dan Kanada sama-sama berada di ambang lolos ke babak 32 besar, tetapi laga terakhir Grup B akan menentukan siapa yang finis sebagai juara grup. Pertandingan diprediksi berlangsung seimbang dan hati-hati karena kedua tim hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi masing-masing di fase gugur. Anggota Indo Barca, Richardo Liwang beranggapan Swiss dan Kanada memiliki kualitas yang sama diprediksi akan lolos…