Bandung – Manajemen Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial tim dalam keadaan aman tanpa cedera, menyusul insiden dugaan penyerangan oleh oknum suporter setelah laga melawan PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (18/5).
Head of Communication Persib Bandung, Adhi Pratama, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah penyesuaian situasi di lapangan segera setelah pertandingan pekan ke-33 Super League 2025/2026 tersebut berakhir. Langkah cepat ini diambil demi memastikan seluruh anggota tim dapat kembali ke area aman dengan selamat.
Adhi memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang membantu menjaga situasi tetap kondusif, sehingga rombongan Persib dapat meninggalkan stadion tanpa kendala berarti. Ia menekankan bahwa keselamatan tim selalu menjadi prioritas utama dalam setiap laga yang dijalani Persib.
Pihak manajemen kini memilih untuk tidak larut dalam insiden tersebut dan mengalihkan fokus pada pemulihan kondisi pemain. Persib tengah mempersiapkan diri untuk laga penutup musim menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada Sabtu (23/5).
Dalam laga terakhir, Persib sukses memetik kemenangan dramatis 2-1 atas PSM Makassar berkat gol menit akhir Julio Cesar, setelah sebelumnya Thom Haye sempat mencetak gol pembuka. Kemenangan ini membuat Maung Bandung tetap kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 78 poin.
Saat ini, tim asuhan Bojan Hodak unggul dua angka dari pesaing terdekatnya, Borneo FC, yang hanya bermain imbang melawan Persijap Jepara. Dengan satu laga tersisa, Persib berada di ambang gelar juara.
Adhi berharap insiden tersebut menjadi pelajaran penting demi menjaga sportivitas di kancah sepak bola nasional. Ia menegaskan bahwa Persib berkomitmen untuk terus menjadikan sepak bola sebagai ruang persatuan, kebanggaan, dan inspirasi bagi masyarakat luas.














