Berita

Aceh Salurkan Bantuan Banjir, Akses Medan-Aceh Tamiang Pulih

216
×

Aceh Salurkan Bantuan Banjir, Akses Medan-Aceh Tamiang Pulih

Sebarkan artikel ini
aceh-singkil-terima-bantuan-lewat-perahu,-aceh-tamiang-bisa-dilewati
aceh singkil terima bantuan lewat perahu, aceh tamiang bisa dilewati

Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terus berupaya menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir, meski akses darat ke sejumlah wilayah masih terputus. Perahu dan boat nelayan menjadi andalan untuk menjangkau daerah-daerah terisolir.

Sebanyak 100 ton bantuan logistik dari Badan Pangan Nasional telah tiba dan langsung didistribusikan kepada masyarakat, Selasa (2/12).

Kepala BPBD Aceh Singkil, Husni, mengatakan penyaluran bantuan difokuskan ke Kecamatan Singkil yang akses daratnya masih lumpuh.

“Sudah tiba 100 ton dari Badan Pangan, ini kita mulai distribusi hari ini langsung,” ujar Husni.

Seiring surutnya banjir, sebagian pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan tempat tinggal. Namun, sebagian kecil masih bertahan di tenda pengungsian karena rumah mereka rusak.

“Sebagian sudah pulang ke rumah untuk membersihkan rumah mereka, tinggal dikit lagi pengungsi,” kata Husni.

Posko kesehatan telah didirikan di titik-titik pengungsian untuk memberikan pelayanan medis. Pasokan BBM juga sudah tiba di Aceh Singkil, namun ketersediaan air bersih masih menjadi kendala utama.

Sementara itu, jalur Medan-Aceh Tamiang dilaporkan sudah bisa diakses oleh kendaraan roda empat dengan kecepatan terbatas.

BNPB menargetkan jalur tersebut dapat dilalui sepenuhnya pada Rabu (3/12).

BNPB juga telah mengirim tim pendampingan ke seluruh kabupaten/kota terdampak, dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah.

Pendampingan meliputi pendistribusian logistik dan peralatan, pemutakhiran data dan informasi, serta sistem komando.

Untuk distribusi bantuan jalur laut, dukungan dikirimkan dari Banda Aceh menuju Langsa. Sementara untuk Aceh Tamiang, helikopter dikerahkan untuk mengirimkan bantuan dengan metode air drop.

Terbukanya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhoksumawe diharapkan mempercepat distribusi bantuan logistik, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi, serta pembersihan material.

Sebelumnya, BNPB mencatat korban tewas akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 659 orang. Jumlah korban hilang sebanyak 475 orang, dan korban luka-luka mencapai 2.600 orang. Total warga terdampak mencapai 3,2 juta jiwa.

Sebanyak 11 mobil tangki berisi BBM yang sempat tertahan di perbatasan Aceh – Sumut kini sudah melanjutkan perjalanan ke wilayah pantai Timur Aceh.

Pertamina juga telah mengalihkan suplai dari IT Lhokseumawe ke FT Krueng Raya guna mempercepat distribusi ke wilayah terdampak banjir.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, membantah bahwa BBM di Aceh kosong. Ia mengakui situasi akses yang belum pulih sepenuhnya menyebabkan sejumlah SPBU sempat kosong sementara, terutama di wilayah terisolasi.

Antrean panjang di SPBU masih terjadi di sejumlah daerah di Aceh. Di Banda Aceh, antrean pengendara di SPBU bahkan mencapai 1,5 kilometer.