Ecozone

Celios: Minyak Mencekik, Rupiah Tertekan, Resesi 2026 Mengintai

95
×

Celios: Minyak Mencekik, Rupiah Tertekan, Resesi 2026 Mengintai

Sebarkan artikel ini
celios:-rupiah-melemah-dan-harga-minyak-naik,-risiko-resesi-menguat
celios: rupiah melemah dan harga minyak naik, risiko resesi menguat

Jakarta – Indonesia terancam resesi pada kuartal II 2026. Pemicunya adalah lonjakan harga minyak dunia dan tekanan pada nilai tukar rupiah.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, melihat potensi kenaikan harga energi akibat konflik global di Timur Tengah.

Kondisi ini bisa mengguncang pasar keuangan domestik.

Menurut Bhima, tekanan ekonomi sudah terlihat. Harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. Rupiah melemah hingga Rp17.000 per dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi sekitar 3,27 persen hingga level 7.337.

Lonjakan harga minyak dan pelemahan pasar keuangan bisa berdampak langsung pada ekonomi domestik. Terutama melalui tekanan inflasi yang menggerus daya beli masyarakat.

“Setelah minyak naik dan IHSG anjlok, maka inflasi akan melemahkan konsumsi rumah tangga. End game-nya memang resesi di kuartal II 2026,” kata Bhima.

Pelemahan rupiah juga berpotensi meningkatkan biaya hidup. Harga barang dan jasa ikut terdorong naik.

Kondisi ini dapat memicu cost of living crisis jika tekanan ekonomi global berlanjut.

Namun, pemerintah menilai ekonomi nasional masih stabil.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, ekonomi Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda menuju krisis maupun resesi.

“Jangankan krisis, resesi saja belum. Melambat saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi,” ujar Purbaya.