Berita

Saksi Ungkap Nadiem Pertanyakan Dominasi Chromebook, Arahkan Pertimbangkan Windows

152
×

Saksi Ungkap Nadiem Pertanyakan Dominasi Chromebook, Arahkan Pertimbangkan Windows

Sebarkan artikel ini
nadiem-sebut-tak-pernah-arahkan-penggunaan-chromebook,-dana-google-disebut-program-csr
nadiem sebut tak pernah arahkan penggunaan chromebook, dana google disebut program csr

Jakarta – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek mengungkap fakta baru.

Saksi menyatakan Nadiem Makarim tidak mewajibkan penggunaan Chromebook.

Sidang digelar Kamis, 5 Maret 2026.

Saksi juga menyebut pendanaan Google adalah bagian dari CSR.

Mantan Staf Khusus Menteri, Fiona Handayani, bersaksi.

Ia menyatakan tidak ada pembahasan Chromebook sebelum Nadiem menjabat.

“Tidak ada sama sekali pembicaraan mengenai pengadaan TIK maupun Chromebook di WA Group Core Team sebelum Nadiem menjadi Menteri,” kata Fiona, Sabtu, 7 Maret 2026.

Ibrahim Arief, mantan konsultan Ditjen Dikti, juga memberikan keterangan.

Awalnya, tim teknis hanya eksplorasi berbagai perangkat keras.

“Saya diminta melakukan eksplorasi terkait hardware untuk sekolah. Judul presentasi saya ‘tech hardware for schools’, bukan ‘Chromebook for schools’,” jelas Ibrahim.

Nadiem sempat mempertanyakan kombinasi Windows dan Chromebook.

“Iya, Mas Menteri bertanya kenapa ada kombinasi antara Windows dan Chromebook. Kenapa tidak semuanya Windows saja,” ujar Ibrahim.

Nadiem mengaku terlibat dalam satu rapat pada 6 Mei 2020.

Rapat membahas opsi alokasi perangkat.

Keputusan teknis ada di tangan tim teknis direktorat dan dirjen.

Nadiem mengingatkan pentingnya mempertimbangkan laptop Windows jika Chromebook terbatas.

“Saya beberapa kali mempertanyakan kenapa tidak semuanya Windows atau kenapa Chrome menjadi mayoritas,” pungkas Nadiem.