Berita

Deepfake Mengancam, Verihubs Tingkatkan Keamanan Verifikasi Identitas Digital

85
×

Deepfake Mengancam, Verihubs Tingkatkan Keamanan Verifikasi Identitas Digital

Sebarkan artikel ini
ancaman-deepfake-meningkat,-standar-keamanan-biometrik-diperketat
ancaman deepfake meningkat, standar keamanan biometrik diperketat

Jakarta – Ancaman fraud berbasis kecerdasan buatan (AI) meningkat. Penggunaan deepfake dan spoofing biometrik jadi pemicu.

Industri perbankan dan fintech tertekan untuk perkuat sistem keamanan. Terutama pada tahapan know your customer (KYC) dan digital onboarding.

Verihubs meraih sertifikasi ISO/IEC 27001:2022. Sertifikasi ini untuk sistem manajemen keamanan informasi.

Verihubs juga meraih ISO/IEC 30107. Ini terkait Presentation Attack Detection untuk teknologi liveness detection.

Standar ISO/IEC 30107 menguji kemampuan sistem biometrik. Tujuannya mendeteksi manipulasi identitas.

Manipulasi identitas termasuk penggunaan rekaman video, masker tiga dimensi, hingga rekayasa wajah berbasis AI.

Head of AI Verihubs, Bram, menyatakan sertifikasi ini memperkuat sistem. Terutama terhadap pola serangan yang terus berkembang.

“Sertifikasi ini memastikan sistem kami telah melalui pengujian independen sesuai standar internasional,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Bram menambahkan, kemampuan mendeteksi presentation attack penting. Ini untuk menjaga integritas proses verifikasi identitas digital.

Teknologi biometrik berbasis AI jadi tulang punggung layanan keuangan digital. Bank, fintech, hingga lembaga pemerintah mengandalkan verifikasi biometrik.

Verifikasi biometrik mempercepat proses onboarding. Sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data dan anti pencucian uang.

Ke depan, Verihubs akan terus mengembangkan platform Identity & Risk Decision. Tujuannya menjawab kebutuhan keamanan digital yang semakin kompleks.

Penguatan sistem deteksi manipulasi identitas dinilai penting. Ini untuk menjaga kepercayaan publik di era penyalahgunaan AI.