Jakarta – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, kembali menyuarakan usulan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) sebesar 7 persen. Usulan ini pernah diajukan pada tahun 2020.
Paloh menilai kenaikan PT penting untuk efektivitas dan stabilitas pemerintahan.
Fragmentasi partai yang berlebihan dinilai menghambat legislasi dan implementasi kebijakan. Usulan 7 persen ini lebih tinggi dari PT 4 persen yang berlaku saat ini.
Paloh berpendapat penyederhanaan partai di parlemen akan memperkuat stabilitas politik. Selain itu, memudahkan pembagian peran di alat kelengkapan dewan.
“Menjaga stabilitas pemerintahan maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,” kata Paloh.
PDI Perjuangan melalui Andreas Hugo Pareira menyatakan kenaikan PT layak dipertimbangkan. Tujuannya menyederhanakan jumlah partai di parlemen dan menghindari rangkap jabatan di AKD.
“Perlu dipertimbangkan untuk lebih menyederhanakan jumlah partai yang masuk ke parlemen agar lebih selektif,” kata dia.
Partai Golkar mengusulkan angka moderat 5 persen dengan kombinasi factional threshold. Tujuannya agar stabilitas tetap terjaga tanpa menutup peluang partai masuk parlemen.
Sementara PKS menilai PT tetap diperlukan untuk mengendalikan fragmentasi. Namun, angka 4 persen dinilai sudah cukup dan tidak perlu dinaikkan.






