Jakarta – Virus Nipah terdeteksi pada populasi kelelawar di Indonesia. Ini adalah penyakit zoonosis berbahaya yang menyebar di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan hal ini.

Kasus infeksi virus Nipah pada manusia masih terjadi di India. Wabah serupa pernah muncul di Malaysia, Singapura, Filipina, dan Bangladesh.

Virus ini berasal dari kelelawar buah genus Pteropus. Kelelawar ini adalah reservoir alami virus.

Penularan ke manusia bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi. Bisa juga melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.

Keberadaan virus ini di alam menjadi ancaman laten bagi kesehatan masyarakat.

Bukti ilmiah keberadaan virus Nipah di Indonesia pertama kali dipaparkan melalui penelitian Indrawati Sendow, Atik Ratnawati, dan Trevor Taylor.

Studi tahun 2013 mengungkap bukti molekuler pertama virus Nipah beredar di populasi kelelawar buah Pteropus vampyrus di Sumatera.

Temuan terbaru menguatkan sinyal kewaspadaan.

Penelitian lain meneliti 64 kelelawar buah dari pasar hewan di Yogyakarta dan Magelang.

Dua kelelawar dari Magelang dinyatakan positif mengandung virus Nipah.

Penelitian ini dipublikasikan pada April 2025.

Rangkaian temuan ini menunjukkan virus Nipah telah lama beredar di satwa liar. Meski belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia.

Para ahli menilai deteksi dini dan pengawasan ketat menjadi kunci mencegah potensi wabah.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *