Ecozone

Defisit APBN 2025 Membengkak Jadi 2,92 Persen dari PDB

77
×

Defisit APBN 2025 Membengkak Jadi 2,92 Persen dari PDB

Sebarkan artikel ini
179ac76d8fbdfa03caa93727474e51a6.jpg
179ac76d8fbdfa03caa93727474e51a6.jpg

Jakarta – Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencapai Rp 695,1 triliun, atau 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan defisit ini masih aman dan tidak melanggar batas maksimal yang ditetapkan undang-undang.

“Walaupun menggelembung kami pastikan di bawah tiga persen,” tegas Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/1/2026).

Defisit APBN ini lebih tinggi dari target awal yang diproyeksikan sebesar Rp 662,0 triliun atau 2,78% terhadap PDB.

Purbaya menjelaskan kenaikan defisit ini diperlukan untuk memberikan stimulus bagi perekonomian yang mengalami gejolak sepanjang tahun 2025.

Menurutnya, pemerintah memilih untuk tidak memotong belanja negara agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.

Total belanja negara sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 3.451,4 triliun atau 95,3% dari target, sementara penerimaan negara mencapai Rp 2.756,3 triliun atau 91,7% dari target.

Purbaya menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya counter-cyclical untuk menjaga ekonomi tetap ekspansif di tengah tekanan global yang tinggi.