Aceh Utara – Bupati Aceh Utara, Ismail Jalil, menyuarakan kekecewaannya karena wilayahnya belum mendapatkan kunjungan dari Presiden Prabowo Subianto pasca-banjir bandang yang melanda Sumatera pada November lalu. Ia mempertanyakan perhatian pemerintah pusat terhadap dampak bencana di daerahnya.
Kekecewaan ini disampaikan dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera yang dihadiri oleh DPR dan jajaran Kabinet.
“Selama ini Pak Presiden selalu ke Tamiang, Takengon Aceh Tengah, dan hadir di Pidie Jaya, termasuk Wakil Presiden. Tapi di Aceh Utara *kayaknya* bagaimana, saya rasa apa (Prabowo) *enggak* tahu ada banjir?” ujar Ismail dalam rapat yang disiarkan melalui YouTube DPR, Selasa (30/12/2025).
Padahal, Prabowo telah tiga kali mengunjungi lokasi bencana di Aceh, dua kali di Sumatera Utara, dan dua kali di Sumatera Barat, termasuk Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Takengon.
Ismail menjelaskan bahwa 25 dari 27 kecamatan atau 696 dari 852 desa di Aceh Utara terdampak banjir bandang, yang berarti 81% wilayahnya menderita.
Sebanyak 124 ribu kepala keluarga atau 433 ribu jiwa menjadi korban, dan 18 ribu kepala keluarga atau lebih dari 67 ribu jiwa terpaksa mengungsi.
Saat banjir, akses telekomunikasi terputus, membuat warga hanya bisa menyaksikan kehancuran dari atap rumah.
“Kami tidak ada sinyal. Kami bisa melihat saja bagaimana rumah hanyut. Kemudian, bagaimana sarana ibadah hanyut. Kemudian, manusianya hanyut dibawa arus, kami hanya bisa melihat di atap-atap,” tuturnya.
Ismail menilai kerusakan di Aceh Utara bahkan melebihi tsunami, karena terjadi dari hulu hingga hilir.
“Tapi pusat kayaknya tutup mata akibat kami tidak ada sinyal *handphone* dan mati lampu,” katanya. “Makanya tidak viral. Mungkin itu alasan (pemerintah pusat) tidak hadir.”
Banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera bagian utara pada akhir November 2025, meluas di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Data BNPB per 30 Desember 2025 mencatat sekitar 1.141 orang meninggal, 163 hilang, dan 399.200 mengungsi. Lebih dari 166 ribu rumah serta ribuan fasilitas umum, kesehatan, pendidikan, dan jembatan rusak.
Sebelumnya, Prabowo berencana mengunjungi lokasi bencana Sumatera seminggu sekali untuk memantau perkembangan penanganan bencana. “Saya merencanakan minimal seminggu sekali melihat daerah itu untuk memantau perkembangan,” ujarnya pada 15 Desember 2025.







