Techno

Ilmuwan Ternyata Tidak Selalu Benar ? Ini 3 Kesalahan Besar Albert Einstein dalam Fisika

491
×

Ilmuwan Ternyata Tidak Selalu Benar ? Ini 3 Kesalahan Besar Albert Einstein dalam Fisika

Sebarkan artikel ini
Albert Einstein
Foto : Internet

FENESIA – Albert Einstein, fisikawan teoretis kelahiran Jerman yang mengembangkan teori relativitas, satu dari dua pilar utama fisika modern.

Namun, walaupun Einstein memiliki kecerdasan yang tidak diragukan, bukan berarti dia adalah orang yang sempurna dan luput dari kesalahan.

Sebagai manusia, Einstein juga pernah membuat kesalahan dan kekeliruan dalam perjalanannya sebagai ilmuwan.

Mari kita kulik kesalahan besar seorang Ilmuwan hebat ini

Impilakasi dengan Teori Sendiri

9 Juni 1905 : Albert Einstein Memublikasikan Teori Fisika Kuantum Pada Jurnal Annalen der Physik - Koran Makassar
Foto : Internet

Misalnya, dirangkum dari laman Astronomy, Einstein pernah menolak gagasan bahwa alam semesta pada dasarnya memiliki kecenderungan acak. Einstein juga tidak peduli dengan gagasan lubang hitam, yang merupakan akibat alami dari relativitas umumnya. Juga, Einstein pernah dengan mantap mengatakan bahwa mustahil untuk mengamati fenomena alam semesta secara langsung.

Mengenai Gelombang Gravitasi

Albert Einstein
Foto : Internet

Einstein telah mendemonstrasikan bahwa materi dapat melengkungkan ruang, berarti materi yang bergerak di sekitar ruang akan menciptakan gelombang, sama seperti ketika menjatuhkan batu di danau menciptakan riak.

Dilansir laman Nature, gagasan riak di ruang waktu tampaknya terlalu dibuat-buat bagi Einstein. Terlebih lagi, ketika dia mencoba membuat persamaan matematika untuk menggambarkan bagaimana gelombang gravitasi bekerja, dia tidak dapat melakukannya. Akhirnya, Einstein menolak gagasan gelombang gravitasi dan hampir mempublikasikan makalah yang berisi kesalahan besar itu.

Konstanta Kosmologis

Albert Einstein
Foto : Internet

Ketika Einstein menyusun teorinya tentang gravitasi, yaitu relativitas umum, Einstein membutuhkan sedikit faktor fudge. Pada waktu itu, semua orang berasumsi bahwa alam semesta itu statis dan tidak berubah, tetapi persamaan yang dibuat Einstein tetap tidak sesuai. Untuk membuatnya sesuai dengan data, dia menambahkan sebuah faktor ke dalam persamaan yang diberi nama konstanta kosmologis.