Ecozone

Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif, Isu AS-Iran Jadi Fokus Utama

11
×

Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif, Isu AS-Iran Jadi Fokus Utama

Sebarkan artikel ini
de1648934dc5a1df46f7fe282aff0ef0.jpg
de1648934dc5a1df46f7fe282aff0ef0.jpg

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan pada akhir perdagangan Selasa (16/6/2026). Setelah sempat mencatatkan reli penguatan dalam beberapa hari terakhir, mata uang Garuda kini harus kembali melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian kondisi pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.725 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 0,09 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada Senin (15/6/2026) yang berada di level Rp 17.709 per dolar AS.

Berbeda dengan pergerakan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia mencatatkan dinamika yang berbeda. Pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026), nilai tukar rupiah dalam kurs Jisdor justru menguat 0,33 persen ke level Rp 17.921 per dolar AS.

Pelemahan rupiah di pasar spot saat ini dipicu oleh kembali menguatnya mata uang dolar AS di pasar global. Ariston Tjendra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS terjadi akibat munculnya keraguan dari pelaku pasar terkait prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketidakpastian tersebut dipicu oleh belum dipublikasikannya teks kesepakatan damai atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua negara. Ariston menyebutkan bahwa sejak Senin malam, banyak pernyataan yang beredar di pasar justru menimbulkan keraguan mengenai realisasi perdamaian tersebut.

Kondisi tersebut secara langsung mendorong dolar AS untuk kembali menguat terhadap nilai tukar mata uang lainnya, termasuk rupiah. Hingga saat ini, baik pihak otoritas Amerika Serikat maupun Iran belum merilis rincian resmi mengenai poin-poin perdamaian yang diklaim telah disepakati sebelumnya.

Ketidakjelasan informasi ini membuat para pelaku pasar mengambil langkah antisipatif dengan tetap menunggu kepastian lebih lanjut. Ariston menegaskan bahwa isu mengenai hubungan antara Amerika Serikat dan Iran akan terus menjadi fokus utama yang mendominasi sentimen pasar keuangan global sepanjang pekan ini.

Ketidakpastian dalam perkembangan negosiasi kedua negara tersebut dinilai berpotensi menjaga permintaan terhadap aset safe haven. Dolar AS hingga kini masih menjadi salah satu instrumen utama yang diburu investor di tengah situasi global yang tidak menentu.

Pasar saat ini masih dalam posisi menanti kejelasan mengenai status perdamaian AS dan Iran. Mengacu pada berbagai faktor sentimen tersebut, Ariston memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (17/6/2026) akan berada dalam rentang kisaran Rp 17.580 hingga Rp 17.800 per dolar AS.

Investor diperkirakan akan tetap memantau perkembangan situasi geopolitik serta pernyataan resmi dari pihak terkait untuk menentukan langkah investasi selanjutnya. Fokus utama pelaku pasar tetap tertuju pada setiap dinamika yang memengaruhi stabilitas ekonomi global serta kebijakan moneter yang mungkin diambil oleh bank sentral negara-negara besar.

6aa26ccc454f3e443934a95315aff793.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Valuta asing (valas) utama diproyeksi bergerak fluktuatif menanti realisasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Mengutip Trading Economics Selasa (16/6/2026) pukul 15.31 WIB, pasangan valas EUR/USD di level 1,1601, terkoreksi 1,40% secara year to date (ytd). Pairing valas GBP/USD di level 1,3419, terkoreksi 0,49% ytd, pasangan valas AUD/USD di level 0,7064, menguat 5,53% ytd. Selanjutnya, pairing valas…

6b006898af53055c3176331fb88dde5e.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akan membagikan dividen final Rp 795 miliar dari buku tahun 2025. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 15 Juni 2026. “Selain Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, kami pun mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa,” ujar Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS dalam keterbukaan informasi, Senin (15/6/2026). Baca Juga: PIK2 (PANI) Private…

bc856d64d2992a641baac8eee67f23bf.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli pada perdagangan awal pekan ini ditopang sejumlah sentimen positif terutama meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melesat 4,12% atau bertambah 247 poin ke level 6.254,96 pada penutupan perdagangan, Senin (15/6/2026). Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 54,61 miliar…