Betlehem – Kota Betlehem, Tepi Barat, kembali semarak dengan perayaan Natal, Rabu (24/12/2025), setelah sempat diredam konflik di Jalur Gaza. Ribuan peziarah dan wisatawan membanjiri kota kelahiran Yesus Kristus ini.
Perayaan Natal kali ini menjadi simbol harapan dan ketahanan bagi rakyat Palestina. Pemerintah kota Betlehem gencar mempromosikan pesan perdamaian, sebulan sebelum perayaan.
Wali Kota Betlehem, Hanna Hanania, menegaskan bahwa Natal tahun ini membawa pesan bahwa rakyat Palestina mencintai perdamaian dan kehidupan. Kota ini pun siap menyambut pengunjung dari seluruh dunia.
Okupansi Hotel Meningkat
Sinyal positif terlihat dari tingkat hunian hotel yang mencapai 80 persen pada 24-25 Desember. Kepala Asosiasi Hotel Arab, Elias Al-Arja, menyebutkan sekitar 8.000 tamu memadati Betlehem, termasuk 6.000 warga Arab Israel dan wisatawan dari berbagai negara seperti India, Rumania, dan Nigeria.
Setelah dua tahun absen, pohon Natal ikonik kembali berdiri di Alun-Alun Manger. Peziarah dan wisatawan antusias berfoto di dekat pohon dan Gereja Kelahiran Yesus.
“Kami datang hari ini dengan sukacita menyambut Natal, penuh harapan dan berdoa untuk perdamaian,” ujar George Sobuh, seorang warga Palestina yang datang bersama keluarganya.
Pesan Damai dari Betlehem
Pastor Issa Thaljieh dari Gereja Ortodoks Yunani menyampaikan bahwa pesan Natal Betlehem tahun ini adalah pesan cinta dan perdamaian kepada dunia. Ia menyoroti suasana yang berbeda tahun ini dengan kembalinya pohon Natal dan partisipasi warga Palestina dari Israel.
Namun, kebahagiaan ini belum sepenuhnya dirasakan mengingat penderitaan warga Gaza akibat perang dengan Israel, di mana lebih dari 71.000 orang tewas.
Betlehem merupakan pusat spiritual dan tujuan wisata utama bagi peziarah Kristen setiap bulan Desember. Gereja Kelahiran, yang dibangun di atas gua tempat Maria melahirkan Yesus, menjadi daya tarik utama.







