Berita

ESDM Jamin Listrik Nataru Aman, Pacu Pemulihan Jaringan Aceh

69
×

ESDM Jamin Listrik Nataru Aman, Pacu Pemulihan Jaringan Aceh

Sebarkan artikel ini
esdm-pastikan-keamanan-pasokan-listrik-nataru
esdm pastikan keamanan pasokan listrik nataru

Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan listrik nasional aman jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Namun, pemulihan listrik di beberapa wilayah Aceh masih menjadi tantangan.

Bahlil menyampaikan kepastian ini dalam konferensi pers, Jumat (19/12/2025).

Secara nasional, kondisi kelistrikan normal. Cadangan energi primer pembangkit di atas 10 hari.

Bahlil mengakui ada tantangan pemulihan di beberapa wilayah Aceh. Hal ini akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Pasokan listrik di Banda Aceh sudah normal. Namun, ada empat kabupaten dengan tingkat pemulihan di bawah 50 persen.

“Di Aceh ada empat kabupaten yang masih nyalanya di bawah 50 persen. Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo, sama Aceh Tengah,” kata Bahlil.

Infrastruktur jaringan transmisi tegangan rendah belum selesai akibat kendala di lapangan. Pemadaman bergilir masih diberlakukan.

Kementerian ESDM juga memastikan fasilitas prima bagi pengguna kendaraan listrik selama libur Nataru.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, mengatakan lonjakan pengguna kendaraan listrik diprediksi meningkat dua kali lipat.

PLN telah menambah infrastruktur SPKLU secara masif di titik-titik strategis.

“Jadi kami yakin, menjamin bahwa tidak akan terjadi penumpukan. Karena SPKLU-nya sudah dari 500 menjadi 1.500 yang tersebar di seluruh titik-titik mudik, baik di Jawa maupun di Sumatra,” jelas Edwin.

Aceh Tamiang – Aktivitas masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang mulai pulih setelah banjir bandang November lalu.

Pantauan di Pasar Sungai Liput, Ahad (21/12) menunjukkan aktivitas jual-beli sudah kembali berjalan.

Pedagang mulai membuka lapak dan berjualan bahan pokok. Meski demikian, kondisi pasar belum beroperasi normal sepenuhnya.

Warga juga terlihat memutar musik, menandakan aliran listrik sudah bisa diakses.

Aceh Tamiang merupakan salah satu kabupaten yang terdampak paling parah akibat banjir bandang. Sebanyak 439 sekolah dan puluhan ribu rumah dilaporkan rusak.