Berita

KAI Commuter Klarifikasi Tumbler Penumpang Hilang di KRL, Bantah Pemecatan

152
×

KAI Commuter Klarifikasi Tumbler Penumpang Hilang di KRL, Bantah Pemecatan

Sebarkan artikel ini
0dec2c3b1ae55cec8b2112aec961c459.jpg
0dec2c3b1ae55cec8b2112aec961c459.jpg

Fenesia – PT KAI Commuter membantah kabar pemecatan petugas keamanan terkait insiden hilangnya botol minum atau tumbler milik seorang penumpang di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) pada Senin, 24 November 2025. Perusahaan menegaskan bahwa tidak ada pemberhentian terhadap petugas front liner, serta mengingatkan bahwa tanggung jawab atas barang bawaan pribadi ada pada setiap pengguna.

Kasus ini mencuat setelah penumpang tersebut membagikan pengalamannya melalui media sosial Threads. Dalam unggahannya, ia menyebut kehilangan terjadi akibat kelalaian petugas dan mengklaim adanya isu pemecatan petugas keamanan.

Penumpang itu bercerita, cooler bag yang berisi botol minumnya tertinggal di bagasi KRL saat ia pulang kerja dengan rute Stasiun Tanah Abang-Rangkasbitung pada sekitar pukul 19.00 WIB dan turun di Stasiun Rawa Buntu pukul 19.40 WIB. Ia baru menyadari barang bawaannya tertinggal setelah turun dan segera melapor kepada petugas.

Unggahan tersebut juga menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp antara penumpang dan petugas. Dalam percakapan itu, petugas menyampaikan permintaan maaf dan berupaya mencari solusi, sementara penumpang meminta rekaman CCTV untuk memastikan hilangnya barang. Tidak lama kemudian, petugas mengabarkan kepada penumpang bahwa ia telah diberhentikan dari pekerjaannya.

Menanggapi hal ini, VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menegaskan bahwa informasi pemecatan petugas tersebut tidak benar. “Tidak ada pemberhentian terhadap petugas front liner seperti yang ramai dibahas di media sosial,” kata Karina.

Ia menjelaskan, pihaknya sedang menelusuri kejadian sebenarnya dan berkoordinasi dengan mitra pengelola petugas front liner. Karina memastikan bahwa proses penyelesaian akan dilakukan sesuai aturan dan prosedur kepegawaian yang mengacu pada regulasi ketenagakerjaan. Selama ini, seluruh petugas KAI Commuter di lapangan telah diarahkan untuk menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) dengan baik guna memastikan layanan maksimal kepada pengguna.

KAI Commuter juga menekankan bahwa barang bawaan pribadi penumpang yang tertinggal di dalam KRL sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. “Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” tegas Karina. Pihaknya mengimbau seluruh penumpang untuk selalu menjaga dan memeriksa barang bawaannya sebelum turun dari kereta.

Setiap stasiun KAI Commuter telah menyediakan layanan lost and found untuk mencatat dan menyimpan barang temuan. Barang yang tidak diambil dalam jangka waktu tertentu akan dipindahkan ke gudang pusat untuk penyimpanan lebih lanjut. Penumpang yang merasa kehilangan dapat mengambil barang dengan mengikuti prosedur yang berlaku.

“Pada prinsipnya, kami tetap mengajak seluruh pengguna Commuter Line untuk memastikan barang bawaannya aman dan tidak tertinggal,” tutup Karina.