Berita

E10 Nasional: Ahli Jamin Keamanan, Pemerintah Susun Strategi

89
×

E10 Nasional: Ahli Jamin Keamanan, Pemerintah Susun Strategi

Sebarkan artikel ini
pakar-ui-paparkan-keuntungan-dan-tantangan-penerapan-e10
pakar ui paparkan keuntungan dan tantangan penerapan e10

Jakarta – Pemerintah berencana menerapkan bensin dengan campuran etanol 10 persen (E10) secara nasional pada tahun 2027. Keamanan penggunaan bahan bakar ini menjadi perhatian utama.

Para ahli dari Pusat Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (PUSKEP) Universitas Indonesia (UI) memastikan E10 aman digunakan asalkan spesifikasi bahan bakar konsisten dan merata di seluruh SPBU.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, sependapat dengan hal tersebut.

Menurutnya, uji coba oleh Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) menunjukkan E10 aman untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 2000.

Kukuh mendorong pemerintah untuk segera menyusun peta jalan implementasi E10. Peta jalan ini penting untuk aspek teknis dan ekonomi, mengingat bahan baku etanol berasal dari komoditas pertanian.

“Semua pihak perlu bersinergi dan mengutamakan keunggulan daerahnya,” kata Kukuh.

Peneliti senior PUSKEP UI, Zarkoni Azis, menjelaskan bahwa pencampuran bensin dengan bioetanol anhidrat dapat meningkatkan octane number menjadi 97,1. Hal ini berpotensi meningkatkan kualitas bahan bakar.

Zarkoni menyarankan penggunaan bioetanol hidrat (kadar air 4-5 persen) karena biaya produksi lebih murah dan lebih ramah lingkungan.

Ketua PUSKEP UI, Ali Ahmudi, menekankan pentingnya pemerataan implementasi E10 di semua SPBU, termasuk SPBU swasta.

“Pemberlakuan yang serentak di semua SPBU ini sangat penting agar konsumen tidak bingung,” ujar Ali.

Diskusi publik mengenai implementasi E10 ini dihadiri oleh jurnalis, mahasiswa, dan peneliti energi di Kampus UI Salemba. Acara dibuka oleh Mauren Lumban Toruan dan Hendro Prabowo.