Berita

KontraS Pertanyakan Dasar Polisi Simpulkan Identitas Kerangka Kwitang

126
×

KontraS Pertanyakan Dasar Polisi Simpulkan Identitas Kerangka Kwitang

Sebarkan artikel ini
kontras-ungkap-pertanyaan-besar-di-balik-simpulan-kerangka-reno-farhan
kontras ungkap pertanyaan besar di balik simpulan kerangka reno farhan

Jakarta – KontraS mempertanyakan kejanggalan dalam proses identifikasi dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat. Mereka menyoroti dasar polisi dalam menyimpulkan identitas korban.

Organisasi pembela hak asasi manusia ini menyoroti konferensi pers kepolisian terkait hasil tes DNA. Hasil tes itu mengidentifikasi kerangka sebagai Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid, yang dilaporkan hilang usai demonstrasi akhir Agustus lalu.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mempertanyakan langkah polisi yang langsung menyimpulkan identitas kerangka sebagai Reno dan Farhan sejak awal penemuan.

“Kenapa kemudian polisi langsung menyimpulkan ketika tanggal 30 Oktober ada penemuan kerangka, mereka langsung menyebut bahwa itu adalah kerangka milik Farhan dan juga Reno,” kata Dimas di RS Polri Kramat Jati, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya.

Dimas juga mempertanyakan mengapa identifikasi dilakukan setelah polisi menyatakan Reno dan Farhan berada di lokasi pembakaran fasilitas umum di Jakarta Pusat.

KontraS juga menyoroti Puslabfor Bareskrim Polri yang sebelumnya tidak menemukan kerangka saat memeriksa TKP Gedung ACC untuk mencari penyebab kebakaran.

Padahal, temuan kerangka baru dilaporkan oleh tim inspeksi vendor pada 30 Oktober, sebulan setelah demo.

“Kenapa ketika melakukan uji laboratorium untuk mencari titik api juga tidak ditemukan soal kerangka yang ada di lantai dua (Gedung ACC) itu ya, unit Underwriting Room,” tutur Dimas.

Selain itu, KontraS mempertanyakan keyakinan polisi bahwa kerangka sudah ada sejak kebakaran 29 Agustus. Apalagi, garis polisi sudah dilepas setelah uji forensik dilakukan.

Pertanyaan lain yang diajukan Dimas adalah mengenai ponsel Farhan yang menurut polisi digadaikan sebelum kerusuhan. KontraS mempertanyakan apakah ada pengambilalihan akun media sosial saat ponsel berpindah tangan.

Sebelumnya, RS Polri menyimpulkan dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang identik dengan Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid. Identifikasi dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan gigi dan tulang, serta data kesehatan sebelum kematian.

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Berita

Fenesia-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound atau kembali menguat hingga menyentuh level 8.000 seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan. Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pergerakan IHSG yang kembali naik setelah sempat berada di kisaran 5.900, Purbaya menilai pergerakan pasar saham pada akhirnya akan ditopang oleh fundamental perusahaan…