Berita

Cemaran Radioaktif Hantam Ekspor Udang, AS Kembalikan Ratusan Ton

106
×

Cemaran Radioaktif Hantam Ekspor Udang, AS Kembalikan Ratusan Ton

Sebarkan artikel ini
as-kembalikan-152-juta-ton-udang-senilai-rp21-miliar-ke-indonesia
as kembalikan 152 juta ton udang senilai rp21 miliar ke indonesia

Jakarta – Ekspor udang Indonesia menghadapi masalah serius. Cemaran radioaktif Cs-137 ditemukan, menyebabkan sejumlah negara menolak dan mengembalikan komoditas tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, re-impor udang mencapai 240,54 ton pada September 2025. Nilainya mencapai 2,09 juta dolar AS.

“September 2025 tercatat ada re-impor udang Indonesia sebesar 240,54 ton,” kata Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, Senin (3/11/2025). Nilai re-impor mencapai 2,09 juta dolar AS.

Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling banyak mengembalikan udang Indonesia.

“Mayoritas re-impor udang pada September 2025 dikirim dari Amerika Serikat,” jelas Pudji. Jumlahnya mencapai 152,32 ton atau senilai 1,26 juta dolar AS (sekitar Rp21 miliar).

Meski demikian, AS masih menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia hingga kuartal III 2025.

Secara keseluruhan, ekspor Indonesia Januari-September 2025 naik 8,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama. Nilai ekspornya mencapai 167,85 miliar dolar AS, naik 17,02 persen.

“Tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia adalah Cina, Amerika Serikat (AS), dan India,” imbuh Pudji.

Ketiga negara ini menyumbang sekitar 41,81 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-September 2025.

Cina menjadi pasar ekspor utama dengan nilai 46,47 miliar dolar AS (23,26 persen). AS menyusul dengan 23,03 miliar dolar AS (11,53 persen), dan India sebesar 14,02 miliar dolar AS (7,02 persen).

“Ekspor ke Cina didominasi oleh besi dan baja, bahan bakar mineral, serta produk nikel,” pungkas Pudji. Sementara ekspor ke AS didominasi mesin dan perlengkapan elektrik, pakaian, serta alas kaki.