Jakarta – Jimly School of Law and Government (JSLG) memberikan penghargaan “Jimly Award” kepada lima tokoh dan lembaga atas dedikasi mereka dalam mempertahankan demokrasi dan konstitusi. Penghargaan ini menjadi oase di tengah anggapan bahwa apresiasi kerap hanya berpihak pada lingkaran kekuasaan.
Ketua Dewan Juri, Maruarar Siahaan, menekankan bahwa para penerima penghargaan ini telah berkorban demi membela martabat manusia sesuai amanat konstitusi. Mereka menghadapi ancaman, mengorbankan waktu dan tenaga demi tegaknya prinsip-prinsip demokrasi.
Founder JSLG, Jimly Asshiddiqie, mengkritik kecenderungan negara memberikan penghargaan hanya kepada pihak yang dekat dengan pemerintah. “Penghargaan hanya diberikan negara maka pikiran negara itu hanya di sekitar negara saja, pejabat saja dapat penghargaan,” ujarnya.
Jimly berharap, “Jimly Award” dapat memicu semangat masyarakat untuk bergerak sesuai keahlian masing-masing dalam menegakkan demokrasi dan konstitusi.
Lima penerima penghargaan “Jimly Award” tahun ini adalah:
Kategori Lembaga
Perhimpunan Jiwa Sehat
Lembaga Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia
Kategori Perorangan
Bivitri Susanti
Asfinawati
Kholid
Cendekiawan Yudi Latif mengapresiasi pemberian penghargaan ini, “Penghargaan ini menegaskan kembali bahwa keadilan berarti memberikan hak kepada rakyat.”







