Berita

ChatGPT Sentuh 800 Juta Pengguna, Fitur Baru Segera Meluncur

118
×

ChatGPT Sentuh 800 Juta Pengguna, Fitur Baru Segera Meluncur

Sebarkan artikel ini
b75e9a59d18a303796c98f8486c6d709.jpg
b75e9a59d18a303796c98f8486c6d709.jpg

San Francisco – Chief Executive Officer (CEO) OpenAI Sam Altman mengumumkan bahwa pengguna aktif ChatGPT kini telah menembus angka 800 juta orang setiap pekannya. Pencapaian ini disertai dengan pemrosesan lebih dari 6 miliar token per menit melalui Application Programming Interface (API), serta 4 juta pengembang yang memanfaatkan ChatGPT setiap pekan.

Pengumuman tersebut disampaikan Altman dalam acara OpenAI DevDay 2025 di San Francisco, Amerika Serikat, pada Senin, 6 Oktober 2025. Ia menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) telah bertransformasi dari sekadar alat bermain menjadi sesuatu yang dikembangkan dan digunakan orang setiap hari.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023, di mana OpenAI mencatat dua juta pengembang dan 100 juta pengguna ChatGPT mingguan. Pada periode tersebut, perusahaan juga hanya memproses sekitar 300 juta token per menit di API.

Atas pencapaian tersebut, Altman sekaligus memperkenalkan berbagai pembaruan fitur pada ChatGPT. OpenAI berambisi agar chatbot AI ini dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat kemajuan, dan mempermudah pembelajaran bagi penggunanya, guna “mencoba segala hal yang ingin mereka capai.”

Salah satu pembaruan penting adalah integrasi ChatGPT dengan sejumlah aplikasi pihak ketiga, seperti Booking.com, Canva, Coursera, Expedia, Figma, Spotify, dan Zillow. Pengguna kini dapat memanggil salah satu aplikasi ini langsung dari kolom obrolan untuk berbagai kebutuhan.

Setelah mengetik nama layanan yang dituju, aplikasi akan muncul dalam bentuk pop-up. Pengguna kemudian dapat memberikan prompt atau permintaan, contohnya “Spotify, buat daftar 10 lagu dengan lirik sedih berbahasa Indonesia.”

Sebelum terhubung, ChatGPT akan meminta akses ke aplikasi yang diinginkan. Dalam contoh Spotify, pengguna dapat langsung mengetuk sampul lagu yang ditampilkan, dan sistem AI akan secara otomatis membuka aplikasi Spotify untuk memutar lagu tersebut.

Altman menjelaskan bahwa layanan lintas aplikasi ini dimungkinkan berkat Apps Software Development Kit (SDK) yang dibangun di atas Model Context Protocol (MCP), berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara ChatGPT dengan aplikasi eksternal. Menurut Altman, pengguna akan mendapatkan kendali penuh atas logika back-end dan antarmuka front-end.

Sejumlah aplikasi lain juga akan segera terintegrasi dengan OpenAI, termasuk AllTrails, Doordash, Khan Academy, Instacart, Peloton, OpenTable, Target, TheFork, Tripadvisor, Thumbtack, dan Uber.

Fitur Baru Agen AI
Altman juga memperkenalkan AgentKit, serangkaian fitur untuk membangun, mengelola, dan mengoptimalkan agen AI. Di antaranya terdapat Agent Builder, sebuah kanvas visual yang memungkinkan perancangan alur multi-agent dengan metode drag-and-drop.

Selain itu, ada Connector Registry, panel pusat untuk menghubungkan berbagai alat dan basis data seperti Dropbox, Google Drive, dan Teams. OpenAI turut menyediakan ChatKit, sebuah alat untuk menyematkan antarmuka chat agent ke aplikasi dan situs web.

Layanan lain yang diperkenalkan mencakup New Evals, dataset, trace grading, optimisasi prompt otomatis, dan dukungan model pihak ketiga. Hadir pula Reinforcement Fine-Tuning (RFT), sebuah model reasoning versi custom yang serupa dengan o4-mini, yang mampu mempercepat pembuatan agen AI dari hitungan bulan menjadi hanya beberapa jam.

Sementara itu, Codex, agen pengkodean berbasis GPT-5-Codex, kini telah tersedia untuk umum. Fitur barunya meliputi App for Slack untuk mengerjakan tugas coding, Codex SDK yang menyediakan agen Codex dengan output terstruktur, serta Admin Tools untuk mengontrol lingkungan kerja, peninjauan, dan dasbor analisis.

Altman mengungkapkan, “Hampir semua kode baru yang ditulis di OpenAI saat ini ditulis oleh pengguna Codex.”