Berita

BNPB Pastikan Seluruh Jenazah Ponpes Al Khoziny Ditemukan, Proses Identifikasi Lanjut

84
×

BNPB Pastikan Seluruh Jenazah Ponpes Al Khoziny Ditemukan, Proses Identifikasi Lanjut

Sebarkan artikel ini
1115363b91b4833a28810c58259e9912.jpg
1115363b91b4833a28810c58259e9912.jpg

Sidoarjo – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meyakini seluruh jenazah korban tewas dalam insiden ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, telah ditemukan. Keyakinan ini disampaikan meski beberapa jenazah yang ditemukan berupa potongan tubuh tidak utuh.

BNPB memperkirakan total ada 63 korban meninggal dunia yang tertimbun puing musala. Hingga saat ini, tim evakuasi telah menemukan 61 jenazah utuh dan 7 bagian tubuh.

Deputi III Tanggap Darurat BNPB Mayor Jenderal Budi Irawan menyatakan tujuh potongan tubuh tersebut diyakini berasal dari dua orang yang jenazahnya belum ditemukan secara utuh. “Kami yakin yang dua (orang) ini adalah body parts (bagian tubuh) tujuh yang ditemukan,” kata Budi dalam konferensi pers daring pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Menurut Budi, area ponpes yang ambruk kini hampir rata dengan tanah. Mayoritas puing telah dibersihkan oleh tim evakuasi dari lokasi. Oleh karena itu, ia menilai kecil kemungkinan ada jenazah lain di lokasi, meskipun ia mengakui ini baru bersifat perkiraan.

Namun, Budi tidak menutup kemungkinan adanya jenazah lain. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih akan melanjutkan proses evakuasi hingga dinyatakan selesai.

Jumlah keseluruhan korban insiden ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny Buduran mencapai 167 jiwa. Selain 63 korban meninggal, ada 104 orang lainnya yang selamat dan terluka.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur masih berupaya mengidentifikasi tujuh potongan tubuh yang ditemukan dari reruntuhan Ponpes Al Khoziny. BNPB menyebut, ada kemungkinan bagian tubuh itu berasal dari lebih dari dua orang, sehingga berpotensi membuat jumlah perkiraan korban tewas yang awalnya 63 orang meningkat.

Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin, 29 September 2025 pukul 15.00 WIB. Peristiwa nahas itu terjadi saat para santri putra melaksanakan salat Asar berjamaah di lantai dasar bangunan yang diketahui memiliki empat lantai. Pembersihan puing dan evakuasi korban masih terus berlanjut hingga sepekan setelah kejadian.

Para orang tua santri Ponpes Al Khoziny menuntut penegakan hukum dalam kasus robohnya bangunan di pesantren ini. Pihak keluarga korban meminta pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Fauzi, salah satu perwakilan keluarga, menduga adanya human error dalam kejadian ini. Ia menjelaskan, petugas dan pakar telah menyatakan adanya kegagalan konstruksi pada bangunan yang ambruk. “Berarti ada pelanggaran di situ dan harus diproses,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Polda Jawa Timur enggan berkomentar mengenai penyidikan ambruknya ponpes tersebut. Pihak kepolisian menegaskan masih fokus membantu proses evakuasi korban. “Nanti (penyidikan), kami masih fokus pada sisi kemanusiaan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Jules Abraham Abast pada Selasa, 7 Oktober 2025.