Sidoarjo – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru evakuasi korban bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur yang ambruk. Per Jumat siang, 3 Oktober 2025, tim pencarian dan pertolongan telah mengevakuasi empat jasad korban baru dari reruntuhan.
Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia akibat insiden ambruknya bangunan pesantren kini mencapai sembilan orang sejak hari pertama kejadian. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Keempat jenazah yang baru ditemukan segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Tim gabungan masih terus menyisir lokasi kejadian untuk mencari puluhan korban lain yang belum ditemukan. Abdul Muhari menambahkan, berdasarkan catatan absensi santri Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, masih ada 54 orang yang dalam proses pencarian.
Jumlah total korban terdampak sementara mencapai 166 orang, dengan kemungkinan bertambah seiring berjalannya proses evakuasi. Dari 166 korban tersebut, sebanyak 112 orang telah berhasil ditemukan, sementara 54 lainnya masih dalam pencarian. Dari 112 korban yang ditemukan, sembilan orang dinyatakan meninggal dunia, 14 orang masih menjalani perawatan inap di berbagai rumah sakit setempat, dan 89 korban telah diperbolehkan pulang.
Dalam upaya pencarian korban, BNPB telah mengerahkan sejumlah alat berat. Keputusan ini diambil setelah tim menyimpulkan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di reruntuhan bangunan pesantren.
Peristiwa ambruknya bangunan empat lantai milik Pondok Pesantren Al Khoziny terjadi pada Senin, 29 September 2025. Kala itu, para santri tengah melaksanakan salat Asar berjamaah di lantai dua, yang difungsikan sebagai musala.
Menurut pengasuh pesantren, Abdul Salam Mujib, bangunan berlantai empat yang ambruk tersebut memang masih dalam tahap renovasi. Pada hari kejadian, pengecoran atap lantai tiga baru saja selesai sekitar pukul 12.00 siang. Mujib menyebutkan bahwa proses pembangunan gedung itu sendiri sudah berlangsung selama sembilan bulan.







