Berita

Jaguar Land Rover Lumpuh Akibat Serangan Siber, Produksi Tertunda hingga Oktober

95
×

Jaguar Land Rover Lumpuh Akibat Serangan Siber, Produksi Tertunda hingga Oktober

Sebarkan artikel ini
jaguar-land-rover-lumpuh-akibat-serangan-siber,-produksi-tertunda-hingga-oktober
jaguar land rover lumpuh akibat serangan siber, produksi tertunda hingga oktober

London – Jaguar Land Rover (JLR), produsen mobil terbesar di Inggris, memperpanjang penutupan pabrik hingga 1 Oktober 2023. Serangan siber awal September melumpuhkan operasional perusahaan.

Serangan siber tersebut membuat pemasok kecil kesulitan. JLR diperkirakan merugi hingga 50 juta poundsterling (Rp1,12 triliun) per pekan.

Perusahaan milik Tata Motors India ini mengoperasikan tiga pabrik di Inggris. Kapasitas produksi mencapai sekitar 1.000 unit mobil per hari.

Akibat serangan siber, sebagian dari 33.000 karyawan JLR diminta bekerja dari rumah.

Insiden ini menyoroti kerentanan bisnis global terhadap serangan siber dan ransomware. Sektor penting seperti kesehatan, pertahanan, keuangan, hingga ritel menjadi target.

Hingga kini, belum ada informasi detail mengenai pihak di balik serangan terhadap JLR.

Menurut laporan The Insurer, JLR belum menuntaskan kesepakatan asuransi siber dengan broker Lockton sebelum serangan terjadi. Akibatnya, perusahaan tidak memiliki perlindungan langsung atas insiden ini. JLR menolak berkomentar terkait kabar tersebut.

Menteri Bisnis Inggris Peter Kyle dan Menteri Industri Chris McDonald dijadwalkan mengunjungi fasilitas JLR pada Selasa.

“Kami memiliki dua prioritas: membantu Jaguar Land Rover kembali beroperasi secepat mungkin serta menjaga kesehatan jangka panjang rantai pasokan,” ujar McDonald.

Pemerintah Inggris khawatir dampak ekonomi dari penutupan ini semakin meluas. Selain menjaga rantai pasokan dan menyelamatkan lapangan kerja menjadi prioritas.

Serangan terhadap JLR terjadi di tengah meningkatnya tren ransomware. Akhir pekan lalu, serangan serupa melumpuhkan perusahaan layanan check-in bandara dan menyebabkan kekacauan di sejumlah bandara besar Eropa.

Data resmi menunjukkan lebih dari 40% bisnis di Inggris melaporkan mengalami serangan siber dalam 12 bulan terakhir. Beberapa merek ternama seperti Marks & Spencer dan Co-op juga menjadi korban.

JLR menyatakan sedang menyusun jadwal untuk memulai kembali produksi secara bertahap.

“Kami mengambil keputusan ini untuk memberikan kejelasan untuk minggu depan sambil melanjutkan penyelidikan,” kata pernyataan resmi JLR.

Perusahaan yang memproduksi model ikonik seperti Range Rover dan Defender ini mengklaim mendukung 104.000 pekerjaan di rantai pasok di seluruh Inggris. Serikat pekerja Unite memperingatkan potensi pemutusan hubungan kerja dan mendesak pemerintah memberikan dukungan penuh demi menjaga kelangsungan perusahaan.

2d32aebc91746c00edf53a0e027300fd.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Spekulasi Ole Romeny gabung Persib Bandung muncul setelah kode “OveR” dalam unggahan perkenalan Ragnar Oratmangoen. Ole Romeny dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Fortuna Sittard. Ia disebut sudah menjalani tes medis dan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan. Jika transfer terwujud, Ole akan bereuni dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard. Kepindahan ini juga diharapkan memberi Ole…

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…