Berita

Harris Arthur Resmi Nakhodai IADIH Universitas Jayabaya 2025-2030

103
×

Harris Arthur Resmi Nakhodai IADIH Universitas Jayabaya 2025-2030

Sebarkan artikel ini
harris-arthur-resmi-nakhodai-iadih-universitas-jayabaya-2025-2030
harris arthur resmi nakhodai iadih universitas jayabaya 2025 2030

Jakarta – Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum (IADIH) Universitas Jayabaya memiliki ketua umum baru. Harris Arthur Hedar resmi memimpin IADIH periode 2025-2030.

Pengukuhan Harris berlangsung di Jakarta, Jumat (19/9/2025) malam. Harris saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPN Peradi.

Harris menegaskan, IADIH harus sejalan dengan visi besar Universitas Jayabaya. Visi tersebut mencakup empat dimensi: untuk rakyat, bangsa, dunia, dan integritas.

IADIH akan menjalankan sejumlah program untuk merealisasikan visi tersebut. Program itu termasuk pertemuan nasional bertema hukum untuk semua dan peluncuran hukum harian untuk rakyat di kota-kota besar.

Sejumlah tokoh alumni Fakultas Ilmu Hukum Universitas Jayabaya hadir dalam acara tersebut. Mereka adalah Hakim Agung Yanto dan Soesilo, anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra, serta Rektor Universitas Jayabaya Fauzie Yusuf Hasibuan.

Sebagai bentuk dukungan, IADIH menyerahkan hibah dua mobil kepada Universitas Jayabaya. Hibah tersebut berupa Innova Zenix dan BYD Seal M6.

2d32aebc91746c00edf53a0e027300fd.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Spekulasi Ole Romeny gabung Persib Bandung muncul setelah kode “OveR” dalam unggahan perkenalan Ragnar Oratmangoen. Ole Romeny dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Fortuna Sittard. Ia disebut sudah menjalani tes medis dan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan. Jika transfer terwujud, Ole akan bereuni dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard. Kepindahan ini juga diharapkan memberi Ole…

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…