Showbiz

Saksikan Gerhana Bulan Total 7 September 2025, Ini Link Streamingnya!

110
×

Saksikan Gerhana Bulan Total 7 September 2025, Ini Link Streamingnya!

Sebarkan artikel ini
5113da285f8c48b33ed0a2aaa2660939.jpg
5113da285f8c48b33ed0a2aaa2660939.jpg

Fenesia – Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) terakhir pada tahun ini akan menghiasi langit pada Minggu malam (7/9/2025) hingga dini hari Senin (8/9/2025). Peristiwa astronomi yang aman disaksikan langsung dengan mata telanjang ini diperkirakan akan berlangsung lebih dari lima jam dan dapat diamati secara penuh di Asia dan Australia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, Gerhana Bulan Total dapat disaksikan mulai Minggu, 7 September 2025 pukul 22.26 WIB hingga Senin, 8 September 2025 pukul 03.56 WIB. Puncak gerhana, yang akan menampilkan warna merah darah, diperkirakan terjadi pada pukul 01.11 WIB, 02.11 WITA, dan 03.11 WIT.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui bagian Tanda Waktu menjelaskan bahwa GBT dapat diamati dalam fase penuh dari seluruh wilayah Indonesia. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Setyoajie Prayoedhie memaparkan, durasi total gerhana ini, dari fase Gerhana mulai (P1) hingga Gerhana berakhir (P4), mencapai 5 jam 29 menit 48 detik.

Berbeda dengan gerhana matahari, masyarakat tidak memerlukan alat pelindung khusus untuk menyaksikan GBT. Pengamat cukup menggunakan mata telanjang, meskipun penggunaan teleskop atau binokular dapat memperjelas detail permukaan bulan. Sebagian wilayah Eropa, Afrika, hingga Timur Tengah juga bisa menyaksikan gerhana sebagian.

Bagi masyarakat yang tidak dapat menyaksikannya secara langsung, baik karena lokasi maupun kondisi cuaca berawan, fenomena gerhana bulan total ini juga dapat diakses melalui siaran langsung (livestream). Bahkan, melalui livestream, Anda bisa mendapatkan tampilan gerhana yang lebih jelas.

Berikut beberapa tautan live streaming fenomena gerhana bulan total 7 September:

  • Time and Date (Lokasi pengamatan: Siprus)
  • The Virtual Telescope Project (Lokasi pengamatan: Italia)

Saat mencapai fase gerhana total, bulan akan menampilkan rona merah tembaga yang khas, sering disebut Blood Moon. Warna ini muncul akibat cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi; partikel-partikel di atmosfer menyebarkan cahaya biru, sementara cahaya merah tetap menembus dan jatuh ke permukaan bulan. Fenomena ini dikenal sebagai Rayleigh scattering.

Di Amerika Utara, gerhana bulan total kali ini bertepatan dengan purnama yang dikenal sebagai Corn Moon, yaitu sebutan untuk bulan purnama yang umumnya terjadi di penghujung musim panas.