News

Erick Thohir Serahkan Aturan Suporter Tandang kepada Liga dan Klub

5
×

Erick Thohir Serahkan Aturan Suporter Tandang kepada Liga dan Klub

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat memberikan keterangan pers terkait regulasi suporter sepak bola Indonesia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyerahkan aturan kehadiran suporter tandang kepada operator liga dan klub peserta.

Jakarta – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa kewenangan penentuan mekanisme kehadiran suporter tandang dalam kompetisi sepak bola nasional kini diserahkan sepenuhnya kepada operator liga dan klub peserta pada Jumat (7/8/2026).

Dilansir dari Fenesia, kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk mengutamakan aspek keselamatan penonton guna mencegah terulangnya tragedi kemanusiaan di dunia sepak bola Indonesia.

Larangan kehadiran suporter tamu sebelumnya menjadi kebijakan ketat yang diterapkan menyusul Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022.

Insiden tersebut tercatat telah menewaskan 135 orang dan mengakibatkan ratusan suporter lainnya mengalami luka-luka akibat kepanikan massal di dalam stadion seusai laga antara Arema FC dan Persebaya.

Peristiwa kelam empat tahun silam itu juga memicu intervensi dari FIFA yang memberikan sanksi serta mandat untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada tata kelola sepak bola di Indonesia.

Erick Thohir menegaskan bahwa pihak federasi telah memberikan fleksibilitas kepada operator liga dan klub untuk merumuskan kebijakan yang relevan dengan kondisi serta dinamika pendukung di masing-masing daerah.

“Kami sudah bicara kepada liga bahwa liga bersama klub yang bisa menentukan seperti apa mekanisme suporter,” kata Erick Thohir.

Menurutnya, operator liga dan klub dianggap sebagai pihak yang paling memahami karakteristik suporter mereka sehingga dapat mengambil keputusan yang paling tepat di lapangan.

PSSI tetap mendorong adanya semangat keterbukaan dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola sesuai dengan rekomendasi yang telah diberikan oleh FIFA sebelumnya.

Kendati demikian, setiap keputusan yang diambil oleh pihak klub maupun operator wajib menempatkan keselamatan seluruh pihak sebagai prioritas utama dan mutlak.

Kebijakan yang tidak mempertimbangkan aspek keamanan dinilai berisiko memicu situasi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan nyawa suporter di area stadion.

Erick Thohir mengingatkan bahwa Tragedi Kanjuruhan telah meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga sehingga seluruh pemangku kepentingan harus menjamin keamanan suporter sejak awal hingga kembali ke rumah.

“Kita tidak mau ada kejadian Kanjuruhan terulang lagi,” kata Erick Thohir.

Ia menambahkan bahwa pihaknya harus memastikan setiap penonton dapat menikmati pertandingan dengan tenang dan pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi selamat.

Selain risiko korban jiwa, Erick Thohir juga menyoroti potensi sanksi lanjutan dari FIFA jika sepak bola Indonesia kembali mengalami insiden yang merusak citra serta keamanan kompetisi.

PSSI telah menyatakan lepas tangan terkait teknis pengaturan suporter dan menyerahkan tanggung jawab penuh atas konsekuensi kebijakan tersebut kepada pihak liga serta klub terkait.

“Kami sudah lepas,” kata Erick Thohir.

“Silakan mekanisme dari liga dan klub masing-masing mengatur konsekuensi dari kebijakan tersebut,” kata Erick Thohir.