Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa jumlah penyerapan tenaga kerja di Indonesia saat ini masih melampaui angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor industri pada Kamis (6/8/2026).
Dilansir dari laporan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas tingginya keluhan mengenai gelombang PHK di media sosial yang berbanding terbalik dengan data penurunan angka kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Pertama, tentu kita lihat jumlah mereka yang bekerja juga meningkat dan itu tentunya jumlahnya lebih besar daripada yang diinformasikan ter-PHK,” kata Airlangga Hartarto.
Pemerintah menyatakan akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap industri-industri yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap efisiensi tenaga kerja.
“Yang penting bagi pemerintah ya, kita memonitor saja industri-industri yang rentan terhadap PHK dan pemerintah terus fokus untuk menciptakan lapangan kerja,” kata Airlangga Hartarto.
Guna menekan potensi PHK, pemerintah telah menyiapkan insentif berupa fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja yang memiliki gaji hingga Rp 10 juta per bulan.
“Bantuan kan pemerintah sudah berikan yang dalam bentuk untuk perusahaan supaya tidak melakukan penghentian, PPh-nya ditanggung pemerintah sampai Rp 10 juta,” kata Airlangga Hartarto.
Selain insentif pajak, pemerintah mengimplementasikan program magang di mana gaji tenaga kerja baru akan ditanggung oleh negara selama enam bulan pertama untuk mendorong perusahaan melakukan perekrutan.
“Pemerintah punya program magang, sehingga dari magang itu menambah insentif tenaga kerja kepada perusahaan dan tenaga kerja baru yang masuk itu dibayar gajinya oleh pemerintah untuk periode enam bulan,” kata Airlangga Hartarto.
Pemerintah mencatat bahwa respons pelaku usaha terhadap berbagai insentif tersebut tergolong positif, didukung oleh iklim investasi yang terus menunjukkan perbaikan.
Data menunjukkan realisasi investasi nasional meningkat sekitar 7 persen, dengan permintaan lahan di berbagai kawasan industri yang tetap tinggi.
Terjadi pergeseran tren investasi menuju sektor ekonomi digital yang saat ini mencatatkan pertumbuhan hingga dua digit.
“Kita lihat ada shifting sebetulnya sektor tertentu ke sektor digital misalnya, yang permintaannya atau tumbuhnya bisa double digit,” kata Airlangga Hartarto.
Berdasarkan data BPS, angka pengangguran nasional tercatat sebesar 7,22 juta orang pada Mei 2026, yang berarti mengalami penurunan sebanyak 24.000 orang dibandingkan periode Februari 2026.
Dalam rentang waktu Februari hingga Mei 2026, penyerapan tenaga kerja nasional tercatat bertambah sebanyak 522.000 orang.
Total jumlah penduduk bekerja di Indonesia kini mencapai 148,19 juta orang, yang mencakup 98,98 juta pekerja penuh, 38,41 juta pekerja paruh waktu, dan 10,78 juta orang setengah pengangguran.
Sebagai perbandingan, data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 32.389 buruh telah terdampak PHK sepanjang semester I 2026.







