Jakarta – Konsorsium investor yang dipimpin Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi resmi mengakuisisi pengembang game global, Electronic Arts (EA), senilai US$55 miliar atau setara Rp983,6 triliun.
Kesepakatan ini rampung pada Selasa malam menyusul persetujuan dari regulator Uni Eropa.
Selain PIF, konsorsium akuisisi melibatkan Affinity Partners besutan Jared Kushner dan firma ekuitas swasta Silver Lake Partners.
Akuisisi ini menandai perubahan status EA menjadi perusahaan privat setelah 36 tahun melantai di bursa saham.
Kushner menyatakan, EA telah berhasil membangun komunitas dan karakter yang melekat kuat dalam keseharian jutaan orang.
Ia menegaskan komitmen konsorsium untuk mendukung EA menjangkau audiens lebih luas sekaligus menginspirasi generasi kreator masa depan.
Perubahan status menjadi perusahaan privat membebaskan EA dari kewajiban melaporkan kinerja keuangan setiap kuartal kepada publik.
Analis menilai langkah ini dapat mereduksi tekanan perusahaan dalam mengejar target finansial jangka pendek.
Namun, privatisasi kerap memicu kekhawatiran terkait efisiensi biaya dan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sejauh ini, belum ada indikasi pemangkasan karyawan baru di tubuh EA pasca-pengambilalihan.
Sebelumnya, perusahaan telah melakukan efisiensi dengan memotong 5 persen tenaga kerja pada 2024 dan ratusan staf lainnya pada Mei 2025.
Langkah strategis ini diambil saat pendapatan tahunan EA cenderung stagnan di angka US$7,4 miliar hingga US$7,6 miliar.
EA kini menghadapi tantangan berupa persaingan ketat dari pengembang game seluler seperti Epic Games serta tren konsolidasi industri.
Aksi korporasi ini mengikuti jejak Microsoft yang telah mengakuisisi Activision Blizzard senilai hampir US$69 miliar pada 2023.
EA merupakan pengembang di balik berbagai waralaba populer, seperti EA FC, The Sims, Madden NFL, hingga Battlefield.







