Ecozone

Samuel Sekuritas Siapkan IPO Lima Emiten Baru Tahun Ini

13
×

Samuel Sekuritas Siapkan IPO Lima Emiten Baru Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta dengan latar belakang aktivitas pasar modal
Samuel Sekuritas menargetkan pendampingan lima perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini.

Jakarta – PT Samuel Sekuritas Indonesia tetap mempertahankan target untuk mendampingi lima perusahaan dalam melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2026, Jumat (31/7/2026).

Dilansir dari Katadata.co.id, Managing Director of Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menyatakan bahwa target tersebut masih berjalan sesuai rencana meskipun realisasinya sangat bergantung pada kesiapan calon emiten serta kondisi pasar yang dinamis.

Saat ini, sejumlah perusahaan yang masuk ke dalam daftar rencana IPO tersebut masih berada dalam tahap persiapan dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.

“Beberapa perusahaan masih berada pada tahap persiapan dan koordinasi dengan para pihak terkait,” kata Harry Su.

Terkait identitas perusahaan yang akan melantai di bursa, Harry Su menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memberikan rincian lebih lanjut hingga terdapat pengumuman resmi yang sesuai dengan ketentuan pasar modal.

“Kami belum dapat menyampaikan detailnya sebelum terdapat pengumuman resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Harry Su.

Kelima calon emiten yang ditargetkan oleh Samuel Sekuritas tersebut berasal dari berbagai sektor strategis, mencakup bidang keuangan, farmasi, ritel komoditas, serta teknologi atau elektronik.

Target ambisius ini telah ditetapkan sejak Januari lalu, bahkan sebelum pasar modal Indonesia mengalami tekanan akibat peringatan dari pengelola indeks global, MSCI.

Meskipun kondisi pasar saat ini menunjukkan tren penurunan, Samuel Sekuritas memutuskan untuk tidak melakukan revisi terhadap target jumlah perusahaan yang akan melantai di bursa.

Data menunjukkan aktivitas IPO di BEI melambat secara signifikan, di mana sepanjang tahun berjalan baru terdapat enam perusahaan yang mencatatkan sahamnya.

Capaian tersebut mencatat penurunan drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencapai 18 emiten baru.

Harry Su menilai bahwa minat perusahaan untuk melakukan IPO sebenarnya tidak surut, namun banyak pihak memilih untuk mengambil pendekatan wait and see demi mencari momentum yang tepat.

“Kami melihat beberapa calon emiten memang mengambil pendekatan wait and see,” kata Harry Su.

Keputusan untuk menunda aksi korporasi tersebut umumnya didorong oleh pertimbangan bisnis internal guna memastikan valuasi dan proses penawaran saham dapat berjalan secara optimal di tengah fluktuasi pasar.

Selain faktor pasar, penyesuaian regulasi serta transformasi di pasar modal turut memengaruhi strategi yang diambil oleh calon emiten dalam menentukan waktu pelaksanaan IPO.

Harry Su menegaskan bahwa penundaan IPO merupakan keputusan strategis perusahaan untuk menjaga kinerja dan nilai perusahaan agar tetap menarik bagi para investor.

“Faktor kondisi pasar, kesiapan kinerja perusahaan, valuasi, serta momentum industri juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan waktu pelaksanaan IPO,” ujar Harry Su.