Ecozone

IHSG Rawan Terkoreksi, Saham RAJA, PGEO, HRTA, dan CMRY Layak Dicermati

14
×

IHSG Rawan Terkoreksi, Saham RAJA, PGEO, HRTA, dan CMRY Layak Dicermati

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa saham
IHSG diproyeksikan masih rentan terhadap koreksi pada perdagangan Selasa (28/7/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih rentan terhadap koreksi lanjutan pada perdagangan Selasa (28/7/2026) setelah mengalami tekanan jual pada sesi sebelumnya.

Dilansir dari riset MNC Sekuritas, pergerakan indeks masih berada di bawah garis MA60 dan telah mencapai target minimal penurunan yang diperkirakan sebelumnya.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa investor perlu mencermati area 6.074 hingga 6.146 sebagai zona koreksi IHSG.

“Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.262–6.299,” kata Herditya.

Dalam analisis teknikalnya, MNC Sekuritas menetapkan target support IHSG berada di kisaran 6.111 hingga 6.007.

Sementara itu, level resistance indeks diperkirakan berada pada rentang 6.599 hingga 6.705.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support di level 6.137 hingga 6.012, dengan resistance di 6.261 dan 6.416.

Nafan menambahkan bahwa secara teknikal IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan meski indikator Stochastic %K-%D dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal negatif.

“Akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental solid, fokus pada saham bervaluasi murah, fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen resiko dengan disiplin,” ujar Nafan.

Sentimen positif pasar dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menurunkan harga minyak dunia.

Pelaku pasar global juga menanti hasil rapat Federal Reserve yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%.

Di pasar domestik, investor mencermati kebijakan Bursa Efek Indonesia dalam menyaring saham High Shareholding Concentration (HSC) dari Indeks Kompas100.

Data menunjukkan investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp491,89 miliar pada perdagangan sebelumnya.

Secara akumulatif sejak awal tahun, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp93,60 triliun seiring penurunan IHSG sebesar 28,46% secara year to date.

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) di rentang harga Rp1.885 hingga Rp1.920.

Perusahaan tersebut juga menyarankan akumulasi beli untuk saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) pada area Rp935 hingga Rp975.

Mirae Asset Sekuritas turut merekomendasikan akumulasi saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) di kisaran Rp830 hingga Rp910.

Selain itu, saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) disarankan untuk ditambah kepemilikannya pada area Rp4.610 hingga Rp4.810.

Ekspektasi terhadap publikasi kinerja keuangan emiten semester I-2026 dinilai berpotensi menjadi penahan sentimen negatif bagi pasar modal.