Ecozone

IHSG Melemah Tipis, Saham Bank Jumbo Masih Jadi Incaran Investor

35
×

IHSG Melemah Tipis, Saham Bank Jumbo Masih Jadi Incaran Investor

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup melemah tipis 0,17% ke level 6.185 pada perdagangan Senin (27/7/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 0,17% atau 10,65 poin untuk ditutup pada level 6.185 pada perdagangan Senin (27/7/2026) di Bursa Efek Indonesia, dipicu oleh tekanan jual pada mayoritas sektor industri.

Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia, kondisi pasar mencatatkan sebanyak 307 saham mengalami penurunan, sementara 341 saham menguat dan 147 saham lainnya berada dalam posisi stagnan.

Aktivitas perdagangan sepanjang hari ini mencatatkan volume sebesar 27,64 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 1,81 juta kali.

Total nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 12,11 triliun dengan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp 10.874 triliun.

Sektor industri dasar memimpin pelemahan sektoral dengan koreksi sebesar 3,02% di tengah delapan dari sebelas sektor yang berada di zona merah.

Perusahaan yang mencatatkan penurunan signifikan di sektor tersebut meliputi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang turun 4,10% ke Rp 585 dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang melemah 7,05% ke Rp 1.055.

Selain itu, PT Timah Tbk (TINS) tercatat merosot 7,05% ke level Rp 3.430, sementara PT Amman Mineral Tbk (AMMN) terkoreksi 4,27% ke harga Rp 4.040.

Meskipun indeks melemah, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi fokus utama investor dengan nilai transaksi yang cukup tinggi.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin nilai transaksi dengan total Rp 958,91 miliar, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 783,82 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp 593,48 miliar.

Namun, harga saham perbankan tersebut turut tertekan dengan BMRI yang anjlok 5,71% ke Rp 4.130, BBNI turun 2,22% ke Rp 3.520, dan BBRI terkoreksi 1% ke Rp 2.960, sementara BBCA tetap stagnan di Rp 6.275.

Berbeda dengan pergerakan di dalam negeri, bursa saham di kawasan Asia justru menunjukkan kinerja positif dengan penguatan indeks Nikkei Jepang sebesar 0,66% ke 65.038.

Indeks Shanghai Composite mencatatkan kenaikan sebesar 1,15% ke level 3.858,25 dan indeks Hang Seng menguat 0,98% ke posisi 25.207.

Jajaran saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers mencakup PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) yang naik 9,62% ke 114, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) naik 8,07% ke 1.205, serta PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 6,48% ke 2.630.

Sementara itu, daftar top losers diisi oleh PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun 9,83% ke 1.605, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 6,25% ke 1.425, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) turun 5,59% ke 270.