Frankfurt – Jurgen Klopp resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Jerman pada Minggu (26/7/2026) untuk memimpin skuad Der Panzer hingga tahun 2030, menggantikan Julian Nagelsmann yang menyelesaikan masa jabatannya pasca Piala Dunia 2026.
Dilansir dari jpnn.com, langkah strategis ini diambil Federasi Sepak Bola Jerman guna memperbaiki performa tim nasional yang dinilai belum memenuhi ekspektasi dalam beberapa turnamen internasional terakhir.
Klopp menegaskan bahwa tim asuhannya tidak perlu merasa rendah diri meskipun saat ini belum memiliki kedalaman skuad dengan profil bintang seperti yang dimiliki Prancis atau Argentina.
“Kalau pertanyaannya apakah kualitas Jerman saat ini sudah setara dengan Prancis, saya rasa jawabannya belum,” kata Klopp.
Menurut pelatih berusia 59 tahun tersebut, kekuatan sebuah tim tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan pemain bintang, melainkan oleh karakter permainan yang konsisten.
“Namun, itu sama sekali bukan alasan untuk merasa tidak mampu mengalahkan mereka,” ujar Klopp.
Mantan pelatih Liverpool ini berencana menghentikan kebiasaan publik yang selalu menjadikan Spanyol, Prancis, atau Argentina sebagai tolok ukur standar permainan tim nasional.
“Saya tidak ingin tim ini terus-menerus mengukur diri dengan Spanyol, Prancis, atau Argentina,” tegas Klopp.
Fokus utama pria kelahiran Stuttgart tersebut adalah membangun identitas permainan baru yang selaras dengan potensi kekuatan pemain Jerman saat ini.
“Yang jauh lebih penting ialah membangun identitas permainan kami sendiri karena dari situlah peluang untuk bersaing dan menang akan datang,” tambah Klopp.
Penunjukan Klopp menandai berakhirnya era Julian Nagelsmann yang terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti melawan Paraguay.
Kegagalan tersebut menambah daftar catatan buruk Jerman setelah sebelumnya tersingkir di perempat final EURO 2024 saat bertindak sebagai tuan rumah.
Klopp dijadwalkan akan menjalani debut resmi sebagai pelatih kepala saat Jerman menghadapi Belanda dalam ajang UEFA Nations League.
Masa transisi ini dimanfaatkan oleh Klopp untuk melakukan pengenalan mendalam terhadap kondisi dan kualitas seluruh pemain yang akan menjadi bagian dari rencananya.
Pihak federasi menyatakan bahwa durasi kontrak jangka panjang hingga 2030 diberikan sebagai bentuk kepercayaan penuh terhadap visi Klopp dalam melakukan regenerasi tim.
Klopp sendiri menyatakan rasa syukurnya karena memiliki durasi persiapan yang cukup sebelum menghadapi kompetisi resmi pertamanya bersama tim nasional.






