BeritaEkonomi

Wamenaker Targetkan 300 Ribu Tenaga Kerja Kompeten Lewat Pelatihan Vokasi Nasional

22
×

Wamenaker Targetkan 300 Ribu Tenaga Kerja Kompeten Lewat Pelatihan Vokasi Nasional

Sebarkan artikel ini

Padang – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 3 Tahun 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026).

Program strategis ini bertujuan mencetak sumber daya manusia kompeten dan adaptif terhadap perubahan pasar kerja yang dinamis.

Sebanyak 982 peserta mengikuti pelatihan tersebut yang tersebar di BPVP Padang, Satuan Pelayanan Jambi dan Sawahlunto, serta sejumlah UPTD binaan di Sumatera Barat dan Jambi.

Afriansyah menegaskan, pelatihan vokasi merupakan investasi vital untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai bagi dunia usaha dan industri.

Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan 300.000 peserta akan mengikuti program PVN di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026.

Inisiatif ini memprioritaskan pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja serta masyarakat yang memerlukan peningkatan kualifikasi melalui program reskilling dan upskilling.

Menurut Afriansyah, pemerintah ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi agar mampu kembali bekerja atau berwirausaha.

Ia menekankan agar kurikulum pelatihan disesuaikan dengan potensi unggulan di setiap daerah.

Di Sumatera Barat, fokus pengembangan kompetensi diarahkan pada sektor jasa, perdagangan, dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

BPVP kini didorong memperkuat jejaring kemitraan dengan dunia industri guna menjamin penyerapan lulusan secara lebih cepat.

Di BPVP Padang, sebanyak 85 peserta saat ini tengah mengikuti enam program pelatihan, meliputi barista, pengolahan makanan komersial, hingga pengelasan.

Lima program tambahan, yakni tata busana dan teknisi AC, akan menyusul mulai 27 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah juga mengajak masyarakat untuk tidak terpaku mencari karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia meyakini sektor swasta dan kewirausahaan menawarkan peluang karier yang sama luas dan menjanjikan.

“Jangan terpaku pada satu pilihan karier. Yang terpenting adalah memiliki keterampilan agar peluang bekerja maupun berwirausaha semakin terbuka,” tegasnya.