Ecozone

Amazon Pangkas Karyawan Unit AI di Tengah Investasi Besar-besaran

57
×

Amazon Pangkas Karyawan Unit AI di Tengah Investasi Besar-besaran

Sebarkan artikel ini
Logo Amazon terpampang di gedung kantor perusahaan di Seattle
Amazon melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan di unit Artificial General Intelligence sebagai bagian dari restrukturisasi strategis.

Seattle – Amazon melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan di unit Artificial General Intelligence (AGI) pada Kamis (23/7/2026) sebagai bagian dari upaya restrukturisasi strategis perusahaan dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.

Dikutip dari CNBC Internasional, juru bicara perusahaan mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil untuk mempertajam fokus pada inisiatif yang dianggap paling krusial bagi pelanggan di tengah persaingan industri yang sangat dinamis.

“Ini adalah bidang yang bergerak cepat, dan kami mempertajam fokus pada inisiatif yang paling penting bagi pelanggan sehingga kami dapat bergerak lebih cepat pada hal-hal yang benar-benar penting,” kata juru bicara Amazon.

Meskipun pihak perusahaan tidak merinci jumlah karyawan yang terdampak, laporan dari sejumlah pegawai melalui platform LinkedIn menunjukkan bahwa pemangkasan menyasar tim yang bertanggung jawab atas kustomisasi model AI serta pelatihan pasca-pemodelan.

Strategi ini menandai pergeseran fokus belanja perusahaan dari perekrutan tenaga kerja menuju pembangunan infrastruktur fisik seperti pusat data, pengadaan cip, dan pengembangan large language model (LLM).

Ironisnya, PHK tersebut berlangsung di saat Amazon justru meningkatkan investasi pada sektor AI dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui anggaran belanja modal yang diproyeksikan mencapai US$ 200 miliar atau sekitar Rp 3.582 triliun tahun ini.

Angka belanja modal tersebut mencatat kenaikan lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan ambisi perusahaan untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor utama seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.

Guna mendanai ekspansi infrastruktur tersebut, perusahaan tidak hanya mengandalkan kas internal, tetapi juga melakukan penghimpunan utang hingga mencapai puluhan miliar dolar AS.

Unit AGI sendiri memegang peran sentral dalam peta jalan teknologi perusahaan, di mana divisi ini menaungi pengembangan model fondasi seperti keluarga model Nova, tim pengembangan silikon AI, serta riset komputasi kuantum.

Kepala AGI Amazon, Peter DeSantis, sebelumnya mengakui bahwa teknologi model AI milik perusahaan belum berada di garis depan industri dibandingkan dengan para pesaingnya.

Perusahaan kini tengah berupaya memperkuat kemampuan model tersebut dengan target menjadi salah satu pengembang AI paling cerdas di pasar global.

Restrukturisasi ini menjadi kelanjutan dari tren efisiensi internal Amazon yang telah memangkas lebih dari 30 ribu karyawan sejak tahun 2022 setelah periode perekrutan besar-besaran selama pandemi Covid-19.

Keputusan ini menegaskan bahwa persaingan AI saat ini lebih menitikberatkan pada efisiensi organisasi dan penguatan infrastruktur komputasi daripada sekadar kuantitas talenta manusia.

Langkah ini diambil menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal II yang akan menjadi sorotan investor terkait efektivitas investasi bernilai ratusan miliar dolar tersebut terhadap daya saing perusahaan di masa depan.