Ecozone

Saham Bank Jumbo Menguat, IHSG Sesi I Ditutup Hijau

16
×

Saham Bank Jumbo Menguat, IHSG Sesi I Ditutup Hijau

Sebarkan artikel ini
Layar monitor perdagangan saham yang menampilkan kenaikan indeks IHSG di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup menguat 0,55% pada perdagangan sesi pertama yang didorong oleh kenaikan saham perbankan berkapitalisasi besar.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,55% atau 33,77 poin ke level 6.141 pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (17/7/2026), yang dipicu oleh lonjakan signifikan pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Dilansir dari MSN, sektor perbankan secara keseluruhan berhasil tumbuh sebesar 1,64% karena sentimen positif yang menopang emiten-emiten utama di bursa domestik.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak 3,15% ke posisi Rp 2.950 per lembar saham.

Kinerja serupa ditunjukkan oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melesat 3,25% ke level Rp 4.450.

Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kenaikan 2,41% ke harga Rp 6.375.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turut memberikan kontribusi positif dengan pertumbuhan sebesar 2,57% ke level Rp 3.590.

Data perdagangan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume transaksi mencapai 15,72 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,15 ribu kali.

Nilai transaksi keseluruhan pada sesi siang ini tercatat sebesar Rp 7,23 triliun dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp 10.716 triliun.

Meskipun indeks utama berada di zona hijau, sebanyak tujuh dari sebelas sektor yang terdaftar di bursa justru mengalami pelemahan.

Sektor industri dasar memimpin pelemahan dengan penurunan sebesar 0,79%.

Di dalam sektor tersebut, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terkoreksi 2,7% ke level Rp 1.080.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga turun 1,28% ke angka Rp 3.870.

Selain itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengalami tekanan jual sebesar 1,41% ke harga Rp 4.890.

Berbeda dengan sektor industri dasar, sektor properti justru mampu mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,16%.

PT Sentul City Tbk (BKSL) naik 1,54% ke Rp 66, sementara PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menguat 0,88% ke level Rp 575.

Berdasarkan nilai transaksi harian, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai Rp 977 miliar.

Posisi selanjutnya diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi Rp 626,23 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 558,72 miliar.

Kondisi di pasar domestik berbanding terbalik dengan bursa regional Asia yang mayoritas berada di zona merah.

Indeks Nikkei Jepang mencatatkan penurunan tajam sebesar 4,88% ke level 63.571.

Shanghai Composite di Tiongkok melemah 1,64% ke level 3.818,59.

Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi sebesar 1,93% ke level 24.525.

Daftar top gainer siang ini meliputi PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang naik 13,32%, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 7,18%, dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 6,82%.

Adapun daftar top loser diisi oleh PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang turun 10,09%, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turun 3,94%, serta PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) yang melemah 3,37%.