Simalungun – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) meninjau pembangunan jembatan permanen di Desa Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silou, Kabupaten Simalungun, Selasa (15/7/2026).
Peninjauan ini bertujuan memastikan percepatan pemulihan akses transportasi warga serta aktivitas ekonomi pascabencana hidrometeorologi.
Koordinator Wilayah Satgas PRR, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, memimpin langsung evaluasi pengerjaan ruas jalan yang terputus akibat longsor sejak November 2025.
Bencana longsor sebelumnya melumpuhkan akses vital di Dusun IV Bangun Baru yang merupakan jalur utama distribusi hasil perkebunan dan pertanian warga.
Meskipun pemerintah daerah sempat melakukan penanganan darurat, cuaca ekstrem kembali memicu longsor susulan yang merusak akses jalan.
Saat ini akses warga masih terbatas pada jembatan darurat yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Pejabat Pembuat Komitmen BPBD Kabupaten Simalungun, Lusman Siagian, mengatakan pembangunan telah berjalan selama enam bulan.
Pihaknya melakukan penyesuaian desain dengan memperpanjang pemasangan box culvert dari sembilan meter menjadi 21 meter.
Langkah teknis tersebut diambil guna memperkuat struktur jembatan agar lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah juga segera membuka jalur pengalihan sementara atau detour di lahan warga untuk menjaga konektivitas selama konstruksi berlangsung.
Brigjen TNI Fadjar Tjahjono menegaskan, kehadiran Satgas PRR merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dalam mengawal rehabilitasi agar berjalan sesuai rencana.
Ia menekankan bahwa penyelesaian jalan ini tidak boleh tertunda karena peran strategisnya bagi perekonomian masyarakat.
“Saya bertanggung jawab hadir di tempat ini untuk memastikan proses pembangunan harus segera diselesaikan,” tegas Fadjar.
Satgas PRR akan terus mendampingi pemerintah daerah dan berkoordinasi dengan Kodim 0207/Simalungun guna menuntaskan kendala teknis di lapangan.







