Ecozone

IHSG Menguat ke 5.930 Meski Investor Asing Terus Lakukan Aksi Jual

20
×

IHSG Menguat ke 5.930 Meski Investor Asing Terus Lakukan Aksi Jual

Sebarkan artikel ini
9bb5135b15976d1b266d63560ad8fa92.jpg
9bb5135b15976d1b266d63560ad8fa92.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,11% ke level 5.930 pada perdagangan awal pekan, Senin (13/7/2026), di tengah dinamika pasar modal yang dipengaruhi oleh arus keluar modal asing.

Dilansir dari Stockbit Sekuritas, sesi perdagangan tersebut mencatatkan nilai jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 274,81 miliar, yang terdiri dari total pembelian asing senilai Rp 1,42 triliun dan penjualan asing mencapai Rp 1,70 triliun.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi harian mencapai Rp 6 triliun dengan volume perdagangan sebesar 14,79 miliar saham serta frekuensi transaksi sebanyak 1,79 juta kali.

Sebanyak 266 saham tercatat mengalami penguatan, sementara 326 saham terkoreksi dan 197 saham lainnya stagnan, dengan total kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp 10.368 triliun.

Dari sebelas sektor yang berada dalam naungan BEI, hanya lima sektor yang berhasil ditutup di zona hijau, dengan sektor konsumer siklikal mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,47%.

Kenaikan di sektor konsumer siklikal didorong secara signifikan oleh saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang melesat 24,04% ke level Rp 645 per lembar.

Kinerja bursa domestik ini berbanding terbalik dengan kondisi bursa saham di kawasan Asia yang secara keseluruhan bergerak di zona merah.

Indeks Hang Seng tercatat turun 0,10%, Straits Times tergelincir 0,28%, Shanghai Composite terkoreksi 2,20%, dan indeks Nikkei mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan sebesar 2,57%.

Daftar saham yang masuk ke dalam kategori top gainers selain PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) adalah PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) yang naik 33,01% ke level Rp 137 dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) yang naik 6,40% ke level Rp 266.

Sementara itu, jajaran saham top losers dipimpin oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang turun 14,72% ke level Rp 1.275, diikuti oleh PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang turun 4,20% ke level Rp 1.370, serta PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang melemah 2,64% ke level Rp 1.105.

Kondisi pasar saat ini masih dipantau oleh pelaku pasar terkait berbagai sentimen ekonomi, termasuk valuasi saham yang dinilai masih murah serta kebijakan strategis pemerintah terkait penugasan batu bara sebesar 212 juta ton untuk kebutuhan PT PLN.

Selain itu, terdapat isu krusial di sektor perbankan mengenai dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang melibatkan pencatutan identitas ratusan petani di Jember.

Analisis pasar tetap menekankan pentingnya kewaspadaan investor dalam merespons fluktuasi indeks, terutama dengan mempertimbangkan data foreign flow yang menjadi indikator utama pergerakan harga saham di BEI.