Ecozone

Amman Mineral Bersiap Dual Listing di Hong Kong, Begini Kata Manajemen

24
×

Amman Mineral Bersiap Dual Listing di Hong Kong, Begini Kata Manajemen

Sebarkan artikel ini
1695933db8014aa2d93fd2994221f3b9.jpg
1695933db8014aa2d93fd2994221f3b9.jpg

Jakarta – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tengah mempertimbangkan rencana strategis untuk melakukan dual listing atau pencatatan saham kedua di bursa Hong Kong sebagai upaya ekspansi pendanaan global pada Senin (13/7/2026).

Dilansir dari Bloomberg, perusahaan produsen tembaga dan emas terbesar di Indonesia tersebut saat ini sedang menjajaki penunjukan sejumlah institusi perbankan untuk menangani rencana penawaran saham internasional tersebut.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut menyatakan bahwa rincian krusial mengenai besaran nilai emisi serta jadwal pasti pencatatan saham masih dalam tahap pembahasan internal perusahaan.

Menanggapi kabar tersebut, Komisaris Utama Amman Mineral, Agoes Projosasmito, menegaskan bahwa hingga saat ini manajemen belum memiliki rencana ekspansi lanjutan terkait aksi korporasi tersebut.

“Kami belum ada rencana apa apa,” kata Agoes Projosasmito.

Apabila rencana ini terealisasi, AMMN akan mengikuti jejak PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang sebelumnya telah mencatatkan saham melalui Hong Kong Depositary Receipts (HKDR) pada Juni lalu.

Aksi korporasi EMAS tersebut berhasil menghimpun dana melalui penjualan saham oleh pemegang saham dengan total nilai mencapai US$ 304 juta pada harga penawaran tertinggi.

Meskipun kinerja pasar saham Hong Kong dinilai masih tertinggal sepanjang tahun ini, bursa tersebut tetap menjadi destinasi utama bagi perusahaan global untuk melakukan penggalangan dana besar.

Total nilai dana yang berhasil dihimpun dari berbagai penawaran saham di bursa Hong Kong sejauh ini telah mencapai hampir US$ 3,5 miliar.

Angka tersebut termasuk aksi pencatatan saham Luxshare Precision Industry Co., yang merupakan pemasok utama bagi Apple Inc., dengan nilai transaksi mencapai US$ 3,1 miliar pada pekan ini.

Sebagai informasi tambahan, PT Amman Mineral Internasional Tbk sebelumnya telah mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2023.

Pada saat itu, perusahaan menerbitkan 6,32 miliar saham biasa atau setara dengan 8,8% dari total modal disetor ke publik dengan harga penawaran Rp 1.695 per saham.

Total nilai penawaran umum perdana saham atau IPO tersebut mencapai Rp 10,73 triliun yang menjadikannya sebagai IPO terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2023.

Proses IPO tersebut mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscription pada porsi penjatahan terpusat, di mana permintaan investor mencapai 13,6 kali lipat dari jumlah saham yang tersedia.

Tingginya antusiasme lebih dari 27.000 investor tersebut mendorong peningkatan alokasi porsi dari 2,5% menjadi 7,5% dari total saham yang ditawarkan.

Seluruh proses penawaran umum perdana tersebut didukung oleh penjamin pelaksana emisi efek yang terdiri dari PT BNI Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas.