News

Sahroni Desak Polisi Segera Tangkap Bandar Narkoba di Katingan

12
×

Sahroni Desak Polisi Segera Tangkap Bandar Narkoba di Katingan

Sebarkan artikel ini
6081eda7a6dc224f3857911fa05e78d0.jpg
6081eda7a6dc224f3857911fa05e78d0.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera menuntaskan pengejaran terhadap seluruh pelaku penyerangan yang menyebabkan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat aparat melakukan penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis (2/7).

Sahroni menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap para pelaku merupakan keharusan agar kasus serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Ia meminta institusi kepolisian untuk tidak menunjukkan sikap lemah dalam menangani kasus yang melibatkan jaringan pengedar barang haram tersebut.

“Kejar semua pelaku dan tindak tegas semua yang terlibat, jangan lemah, ini berbahaya,” ujar Sahroni dikutip dari pernyataan resminya, Minggu (5/7).

Politisi tersebut juga secara khusus memberikan arahan agar jajaran kepolisian tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan saja.

Ia menekankan pentingnya membongkar jaringan narkoba tersebut hingga ke akar-akarnya agar peredaran narkotika di wilayah tersebut dapat terputus.

“Kejar juga bandar besarnya dan jangan lengah,” tambahnya.

Sahroni menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga personel kepolisian yang terlibat dalam operasi tersebut.

Ketiga anggota yang gugur tersebut adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto.

“Turut berduka bagi 3 anggota yang telah gugur. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap istikomah,” ungkapnya.

Menurut Sahroni, dedikasi yang ditunjukkan oleh para personel tersebut dalam memberantas narkoba merupakan bentuk pengabdian negara yang luar biasa.

Ia mendorong agar pimpinan Polri memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian para anggota yang gugur dalam medan tugas.

“Gugur dalam perjuangan itu suatu perjuangan besar yang patut diapresiasi oleh pimpinan Polri,” tegasnya.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa situasi di lapangan saat penggerebekan berlangsung sangat tidak kondusif bagi petugas.

Aipda Yudhie Perdana Putra dilaporkan tewas akibat luka bacok yang dideritanya saat berhadapan langsung dengan para pelaku di tempat kejadian perkara.

Sementara itu, dua anggota lainnya, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto, sempat dilaporkan hilang setelah insiden tersebut.

Jasad Briptu Anumerta Nopandri kemudian ditemukan di Sungai Katingan pada Sabtu (4/7) dalam kondisi memprihatinkan.

Selanjutnya, jasad Aiptu Sumaryanto ditemukan mengapung di pinggiran sungai di Desa Tumbang Kelemei pada Minggu (5/7).

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang berinisial S dan R.

Tim gabungan kepolisian kini masih terus melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga masih melarikan diri di sekitar lokasi kejadian.

Polri memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan tuntas terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan tersebut.