Jakarta – Presenter Ruben Onsu mengaku masih kerap mengalami gangguan pada penglihatannya hingga saat ini. Ia merasakan kondisi tersebut mereda secara signifikan setiap kali ia mengambil air wudu dan menunaikan ibadah salat.
Pengakuan tersebut disampaikan Ruben dalam perbincangan dengan Ustaz Muhammad Faizar yang diunggah melalui kanal YouTube sang ustaz pada Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Ruben, gangguan pada matanya akan hilang setelah ia beribadah. Jika sedang dalam perjalanan dan mengalami kendala serupa, ia memilih untuk berhenti di masjid terdekat guna menunaikan salat.
“Ada mata sampai sekarang tapi pasti saya hilangkan dengan wudu, saya salat. Kalau itu terjadi saya salat, untungnya saya jarang nyetir, kalau nyetir saya berhenti tanya masjid terdekat saya salat dulu udah bening lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketergantungan pada ibadah tersebut menjadi cara baginya untuk menenangkan diri. Meski demikian, Ruben tetap berkomitmen menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh secara rutin setiap tiga bulan sekali.
Terkait kondisi medisnya, Ruben sebenarnya sudah berkonsultasi dengan dokter. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia memang memiliki mata minus, namun tingkat minusnya tidak mengalami penambahan.
“Rabun, ada minus tapi dokternya bilang nggak ada nambah. Tapi saya bilang ‘ah ini dokternya kurang canggih’, saya menyenangkan hati,” ucapnya.
Ruben mengakui bahwa gangguan yang ia alami sering kali membuatnya merasa lelah. Untuk mencari pemahaman atas apa yang tengah dialaminya, ia pun sempat berkonsultasi dengan sejumlah ulama.
Dari nasihat para guru besar dan ulama tersebut, ia belajar untuk lebih bersyukur. Ia kini memahami bahwa cobaan adalah bagian dari kehidupan bagi setiap orang yang masih hidup di dunia.
“Iya capek. Jadi ya alhamdulillah kalau saya bercerita dengan guru besar, ulama mengajarkan saya bersyukur. Kedua yang kita nggak boleh lupa kadang-kadang lo masih hidup di dunia pasti dikasih cobaan,” tuturnya.
Ruben kini telah menerima penjelasan tersebut dan mulai memandang cobaan bukan sebagai masalah besar. Bahkan, ia menganggap hal-hal kecil seperti pesanan makanan yang dibatalkan merupakan bentuk cobaan hidup.
“Jadi kalau nggak mau ada cobaan ya pulang, jadi akhirnya saya menerima karena mendapat penjelasan seperti itu. ‘Oh iya ya gue masih ada di dunia lo pasti akan masih kena cobaan mah pasti aja’. Di situ hal terkecil saya pahami, cobaan itu bukan sebuah masalah besar, kita mau makan mesen dicancel. Makanya saya menyikapinya di sisi cobaan itu hal terkecil ini termasuk cobaan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ruben Onsu sempat menceritakan serangkaian gangguan lain yang sulit dijelaskan secara logis kepada Ustaz Muhammad Faizar. Pengalaman tersebut termasuk keluhan sakit kepala dan nyeri badan yang kerap muncul setelah waktu Maghrib.







