Ekonomi

Mitratel Jajaki Rencana Merger Strategis dengan Emiten Saratoga TBIG

37
×

Mitratel Jajaki Rencana Merger Strategis dengan Emiten Saratoga TBIG

Sebarkan artikel ini
5d54a0860acda06330e9cc2437f24166.jpg
5d54a0860acda06330e9cc2437f24166.jpg

Jakarta – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel dikabarkan tengah menjajaki rencana konsolidasi strategis melalui potensi merger dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Langkah ini dilakukan perusahaan menara telekomunikasi pelat merah tersebut sebagai bagian dari evaluasi aksi korporasi untuk memperkuat posisi di pasar infrastruktur telekomunikasi nasional.

Direktur Investasi Mitratel, Noorhayati Candrasuci, mengonfirmasi bahwa perseroan saat ini sedang mempelajari peluang kolaborasi dengan entitas yang berada di bawah naungan Grup Saratoga tersebut.

Menurutnya, kesamaan portofolio bisnis antara kedua perusahaan menjadi dasar utama dilakukannya penjajakan awal tersebut.

Namun, Noorhayati menegaskan bahwa proses tersebut masih berada pada tahap yang sangat dini dan memerlukan waktu panjang.

“Butuh waktu bisa sampai deal agak panjang berarti progresnya,” ucap Candra ketika ditemui di Jakarta, Selasa (30/6).

Analis PT Indo Premier Sekuritas, Aurelia Barus dan Belva Monica, menanggapi positif wacana konsolidasi ini karena dinilai mampu memperkuat fundamental bisnis infrastruktur aktif.

Aksi korporasi tersebut dipandang sebagai katalis penting yang dapat membuka peluang pertumbuhan lebih masif bagi para pemain di industri telekomunikasi.

Indo Premier Sekuritas menilai bahwa prospek sektor menara akan semakin menarik jika rencana integrasi ini berhasil direalisasikan.

Dalam laporan risetnya, Indo Premier Sekuritas tetap menempatkan Mitratel sebagai pilihan utama bagi para investor di sektor ini.

Lembaga sekuritas tersebut mempertahankan rekomendasi hold untuk saham MTEL dengan target harga di level Rp 1.300.

Analisis Indo Premier Sekuritas memproyeksikan bahwa jika merger terjadi, Mitratel kemungkinan besar akan menjadi pihak yang bertahan mengingat statusnya sebagai perusahaan BUMN.

Berdasarkan simulasi kapitalisasi pasar per 15 Juli 2025, kapitalisasi pasar MTEL diprediksi bisa melonjak hingga 137 persen dengan asumsi PT Telkom Indonesia Tbk tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas sebesar 51 persen.

Valuasi entitas gabungan tersebut diperkirakan mencapai 18 kali adjusted EV/EBITDA tahun 2026.

Jika Mitratel mampu meningkatkan EBITDA minimal Rp 2 triliun melalui ekspansi anorganik, valuasinya diprediksi bisa menjadi lebih kompetitif di kisaran 15 kali EV/EBITDA.

Sementara itu, kinerja keuangan Mitratel hingga kuartal pertama 2026 menunjukkan tren positif dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 545,05 miliar.

Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 3,56 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 526,31 miliar.

Pendapatan perusahaan juga terpantau tumbuh 1,39 persen menjadi Rp 2,29 triliun dengan margin EBITDA yang terjaga kuat di level 82,7 persen.

Hingga Maret 2026, Mitratel tercatat mengelola sebanyak 40.327 menara dengan lebih dari 59 persen di antaranya tersebar di luar Pulau Jawa.

Pertumbuhan kolokasi mencapai 11,3 persen menjadi 23.006 unit, yang sekaligus mendorong kenaikan tenancy ratio ke level 1,57 kali.

Jaringan fiber optic perseroan juga mengalami ekspansi signifikan sebesar 17,3 persen menjadi 72.842 km billable length.

Ke depan, Mitratel fokus pada percepatan penggelaran jaringan 5G melalui densifikasi menara dan penguatan layanan Fiber-to-the-Tower.

Perseroan juga berkomitmen mengembangkan layanan Power-as-a-Service untuk meningkatkan keandalan energi dan efisiensi latensi bagi operator seluler.

ad34c15128da26d1633995a2561e0ba8.jpg
Ekonomi

Hari pertama penerapan skema komisi 8% untuk layanan transportasi daring roda dua memunculkan respons yang berbeda dari para pengemudi. Sejumlah pengemudi Gojek mengaku mulai merasakan manfaat berupa potongan komisi yang lebih kecil untuk perjalanan jarak jauh. Sebaliknya, pengemudi ojek online alias ojol di platform Grab justru menilai skema baru …