Hukum dan Kriminal

Kemenkes Terjunkan Tim Investigasi Selidiki Kematian Dokter Icha di TTU

21
×

Kemenkes Terjunkan Tim Investigasi Selidiki Kematian Dokter Icha di TTU

Sebarkan artikel ini
4d24fe75f1c8e3b49e249d8e781bd86b.jpg
4d24fe75f1c8e3b49e249d8e781bd86b.jpg

Kefamenanu – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi menurunkan tim inspektorat khusus untuk mengusut tuntas kematian dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dokter Icha.

Langkah investigasi ini diambil menyusul adanya dugaan intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terhadap almarhumah saat bertugas di Rumah Sakit Leona.

Ketua tim investigasi Kemenkes, dr. Yuli Ferianti, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa tenaga medis tersebut pada Senin, 29 Juni.

Ia menegaskan bahwa timnya saat ini sedang bekerja secara intensif untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangan.

Pihak Kemenkes juga telah melakukan koordinasi dan melaporkan perkembangan kasus ini kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur.

“Kami mengucapkan kesedihan mendalam atas kepergian dokter Icha. Sebagai tim investigasi kami akan melakukan investigasi mendalam. Nanti hasilnya akan dipublikasikan ke media,” ujar dr. Yuli Ferianti, Senin (29/6).

Ia menambahkan, fokus utama investigasi mencakup pendalaman terhadap dugaan tekanan psikis yang diterima dokter Icha sebelum meninggal dunia.

“Hasil investigasinya belum ada, tim sedang bekerja,” tandasnya.

“Kami akan mendalami kejadian dugaan intimidasi ini,” imbuhnya.

Kasus ini memicu perhatian publik setelah pihak keluarga mengungkap kronologi kejadian yang diduga memicu depresi berat pada mendiang dokter Icha.

Paman korban, Fabi Banase, mengungkapkan bahwa intimidasi tersebut bermula dari ketidakpuasan tiga oknum anggota DPRD terkait penanganan pasien gigitan ular hijau.

“Mereka dalam keadaan mabuk saat masuk ke ruang UGD,” ungkap Fabi Banase, Sabtu (27/6).

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, tiga anggota DPRD yang terlibat dalam insiden tersebut adalah Veronika Lake dari PDI Perjuangan, Therensius Lazakar dari Partai Golkar, dan Norbertus Tubani dari PKB.

Fabi menuturkan bahwa salah satu oknum anggota dewan sempat melontarkan ancaman verbal terhadap dokter Icha.

“Salah satu di antara mereka berucap dengan nada tinggi, ‘Kau akan bertemu saya di Komisi III’,” tambah Fabi.

Tekanan psikologis yang dialami dokter Icha diduga sangat berat hingga berdampak pada kondisi kesehatannya.

Hasil pemeriksaan kejiwaan yang diterima oleh pihak keluarga menunjukkan bahwa mendiang mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik.

Saat ini, pihak kepolisian setempat juga tengah melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan ada tidaknya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Pemerintah daerah dan otoritas terkait diharapkan dapat memberikan transparansi penuh atas hasil penyelidikan yang sedang berjalan demi keadilan bagi keluarga korban dan penegakan etika bagi pejabat publik.

Publik menanti hasil kerja tim investigasi Kemenkes sebagai acuan untuk langkah hukum selanjutnya.