FeedSport

Demam Hyrox: Mengapa Ribuan Orang Rela Berinvestasi demi Menantang Diri?

15
×

Demam Hyrox: Mengapa Ribuan Orang Rela Berinvestasi demi Menantang Diri?

Sebarkan artikel ini
29db826518336af10671c90df1549947.jpg
29db826518336af10671c90df1549947.jpg

Jakarta – Gelaran kompetisi kebugaran global, Hyrox, mencatatkan sejarah baru di Indonesia dengan kehadiran 11.500 peserta dalam debut perdananya yang berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026.

Angka partisipasi tersebut menjadikan penyelenggaraan di Jakarta sebagai ajang Hyrox dengan jumlah peserta terbanyak di kawasan Asia Pasifik.

Event yang menggabungkan olahraga lari sejauh delapan kilometer dengan delapan tantangan fungsional ini menuntut ketahanan fisik serta mental yang tinggi dari setiap atletnya.

Para peserta diwajibkan menyelesaikan berbagai tantangan berat di setiap satu kilometer, mulai dari mendorong sled berbobot ratusan kilogram, menarik beban, rowing, hingga melakukan wall ball.

Perwakilan Hyrox APAC, William Petty, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kompetisi ini membuktikan pesatnya pertumbuhan komunitas olahraga fungsional di tanah air.

Ia menegaskan bahwa Hyrox merupakan kompetisi hybrid berskala global yang kini telah diselenggarakan di lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari ludesnya kuota tiket pertandingan beberapa pekan sebelum acara dimulai, meskipun harga tiket mencapai angka jutaan rupiah.

Peserta kategori Mixed Doubles Open, Hamida Dwiningtias, mengungkapkan bahwa tantangan fisik yang ditawarkan menjadi daya tarik utama bagi para pegiat olahraga.

Menurutnya, Hyrox bukan sekadar ajang unjuk kekuatan otot, melainkan ujian komprehensif bagi kebugaran tubuh secara menyeluruh.

“Hyrox benar-benar mengetes kemampuan fisik secara menyeluruh. Kalau saya sendiri, yang masih jadi PR itu lari,” ujar Hamida.

Ia menambahkan bahwa fondasi kebugaran yang matang sangat diperlukan agar pengalaman bertanding tetap aman dan menyenangkan bagi setiap peserta.

Meskipun persiapan yang dilakukannya tergolong singkat, yakni sekitar dua bulan, ia berhasil menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 1 jam 18 menit 42 detik.

Senada dengan hal tersebut, peserta kategori Men’s Singles Open, Dedi Setiawan, memandang ajang ini sebagai perayaan atas konsistensi dalam berolahraga.

Bagi Dedi, biaya yang dikeluarkan untuk pendaftaran, perlengkapan, hingga program latihan merupakan bentuk investasi kesehatan yang sepadan.

“Yang penting happy, hobinya tersalurkan, sekalian bikin sehat juga,” ungkap Dedi.

Dedi sendiri tidak menetapkan target waktu khusus, melainkan lebih fokus pada penyelesaian lomba dengan kondisi yang prima atau finish strong.

Hyrox pertama kali didirikan oleh mantan atlet hoki Olimpiade asal Jerman, Moritz Fürste, pada tahun 2017 di Hamburg.

Bisnis kebugaran ini berkembang pesat secara global dan diproyeksikan mampu mencatatkan pendapatan mencapai US$270 juta atau sekitar Rp4,86 triliun pada tahun ini.

Pihak manajemen menargetkan penyelenggaraan 121 acara di 34 negara dengan total partisipan mencapai 1,5 juta orang sepanjang tahun 2026.

Moritz Fürste bahkan optimistis bahwa disiplin olahraga hybrid ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan dalam ajang Olimpiade dalam satu dekade mendatang.