Jakarta – Aktris Aurelie Moeremans menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami seorang korban berinisial YTR di Bandung. Kasus yang tengah menjadi perhatian publik tersebut membuat Aurelie merasa terpukul setelah mengikuti perkembangan informasinya.
Melalui unggahan video di media sosial pada Sabtu, 27 Juni 2026, Aurelie menuturkan bahwa dirinya baru saja menyaksikan tayangan podcast yang mengulas kondisi korban. Ia mengaku sulit beristirahat karena merasa sedih melihat kondisi YTR, ditambah dengan banyaknya komentar warganet yang justru menyudutkan korban.
“Aku baru mengikuti kasusnya Yuvita yang di Bandung. Semalam nonton podcastnya dan langsung nggak bisa tidur. Terus aku iseng baca komen-komennya makin nggak bisa tidur,” ungkap Aurelie melalui akun Instagram pribadinya.
Aurelie menilai kondisi fisik korban sudah menunjukkan penderitaan yang sangat parah. Meski demikian, ia menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang justru mencari kesalahan korban.
“Gila ya, korbannya udah jelas-jelas mukanya hancur gitu, udah nggak bisa lihat. Masih ada aja orang yang komennya tuh, ‘Ah itu bucin aja kali,’ atau ‘Ya salah sendiri kumpul kebo.’ Masih ada lho orang yang cari-cari kesalahan korban,” tuturnya.
Merasa Kisah YTR Sangat Mirip dengan Pengalaman Pribadi
Aurelie mengungkapkan bahwa ia memiliki empati yang kuat terhadap YTR karena merasa pernah mengalami situasi serupa dalam hubungan yang manipulatif. Ia mengaku terganggu ketika namanya kerap dikaitkan dalam komentar warganet yang membandingkan kasusnya dengan dialami YTR.
“Parahnya lagi ada lho yang bawa-bawa nama aku. Katanya kalau Aurelie masih di bawah umur waktu itu, kalau ini kan udah dewasa. Please kalau jahat nggak usah bawa-bawa nama aku,” tegasnya.
Ia pun menepis anggapan bahwa manipulasi hanya dapat menimpa anak di bawah umur. Menurutnya, siapa pun, termasuk orang dewasa, bisa menjadi korban dalam hubungan yang penuh dengan kontrol.
“Orang dimanipulasi atau dikontrol itu nggak hanya anak di bawah umur,” imbuhnya.
Aurelie menjelaskan bahwa pola hubungan yang dialami YTR sangat mirip dengan pengalaman pribadinya di masa lalu. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi bukanlah sebuah pilihan sadar dari korban, melainkan bentuk pengendalian oleh pihak lain.
“Aku tuh relate banget sama Yuvita karena polanya tuh mirip banget. Awalnya baik, terus si korban diisolasi dari keluarga, terus si korban terlihat ngebrontak, banyak bohong, kesannya tuh emang dia yang mau seperti itu. Paksa tato, duitnya dikuras, dan akhirnya si korban dikasarin gitu. Itu sih bukan bucin ya, itu kontrol,” pungkasnya.







