Ekonomi

Pancasakti Group Pacu Persiapan IPO demi Melantai di Papan Utama

14
×

Pancasakti Group Pacu Persiapan IPO demi Melantai di Papan Utama

Sebarkan artikel ini
e45743e2af3806b78b76e0a2be0183d4.jpg
e45743e2af3806b78b76e0a2be0183d4.jpg

Jakarta – Pancasakti Group saat ini tengah mengintensifkan persiapan internal dalam rangka memuluskan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Persiapan perusahaan tidak hanya terbatas pada aspek komersial, melainkan mencakup penguatan fondasi tata kelola perusahaan, keberlanjutan bisnis, serta pengembangan sumber daya manusia.

CEO sekaligus Presiden Direktur Pancasakti Group, Suwandy Tasmadi, menyatakan bahwa langkah strategis ini diambil untuk memastikan perusahaan memenuhi standar perusahaan terbuka. Fokus utama saat ini terletak pada penerapan prinsip business continuity (BCT) serta environmental, social, and governance (ESG).

Menurut Suwandy, transparansi dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan investor. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan internal agar bisnis perusahaan dapat berjalan secara berkesinambungan di masa depan.

Peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi prioritas perusahaan. Suwandy menilai bahwa tenaga kerja yang tangguh dan adaptif merupakan modal krusial bagi Pancasakti Group sebelum melantai di bursa saham.

Selain memperkuat fondasi internal, Pancasakti Group juga terus melakukan ekspansi bisnis. Perusahaan berkomitmen untuk memperluas jaringan operasional dengan membuka lebih banyak cabang di berbagai wilayah Indonesia guna mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Terkait target IPO, Suwandy menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan simulasi menggunakan data laporan keuangan Tahun Buku 2025 melalui perangkat lunak analisis khusus. Hasil simulasi menunjukkan potensi bagi Pancasakti Group untuk menempati papan utama BEI.

Meski hasil proyeksi tersebut menunjukkan angka valuasi di kisaran Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun, Suwandy menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat awal. Pihaknya akan menunggu penghitungan mendalam dari pihak profesional yang menangani proses IPO untuk mendapatkan angka yang akurat.

Dana yang nantinya diperoleh dari hasil IPO direncanakan akan difokuskan untuk pengembangan investasi strategis. Fokus utamanya adalah memperkuat industri kimia nasional guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor.

Suwandy menekankan bahwa pengembangan industri kimia dan bahan baku farmasi merupakan elemen vital bagi Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju.

Ia menilai bahwa ketergantungan pada impor, khususnya di sektor kimia dan bahan obat-obatan, masih menjadi tantangan besar bagi industri dalam negeri. Pancasakti Group bertekad untuk berkontribusi dalam menekan angka ketergantungan tersebut melalui pengembangan industri kimia yang lebih mandiri.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat di dalam negeri. Dengan fondasi bisnis yang solid dan komitmen pada keberlanjutan, Pancasakti Group berupaya menjadi pemain kunci dalam mendukung kemandirian industri nasional melalui pasar modal.