FeedSport

Preview Brasil vs Skotlandia: Selecao Buru Kemenangan, Tartan Army Kejar Mimpi

16
×

Preview Brasil vs Skotlandia: Selecao Buru Kemenangan, Tartan Army Kejar Mimpi

Sebarkan artikel ini
7d81f22fa64f0b0e8181b232aacc8db0.jpg
7d81f22fa64f0b0e8181b232aacc8db0.jpg

Miami – Tim nasional Skotlandia bersiap menghadapi tantangan terberat mereka di fase grup Piala Dunia 2026 saat bersua Brasil. Pertandingan penutup Grup C tersebut akan berlangsung di Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat, pada Kamis (25/6/2026) pukul 05.00 WIB.

Laga ini menjadi sangat krusial bagi skuad berjuluk The Tartan Army. Kemenangan atau bahkan hasil imbang berpeluang membawa Skotlandia melaju ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Saat ini, Skotlandia telah mengumpulkan tiga poin dari dua pertandingan. Skuad asuhan Steve Clarke mengawali turnamen dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti, sebelum menelan kekalahan 0-1 dari Maroko pada laga kedua.

Posisi tersebut menempatkan Skotlandia di persimpangan jalan yang menentukan. Hasil imbang melawan Brasil diyakini cukup untuk mengamankan satu tiket ke babak 32 besar.

Bahkan dalam skenario terburuk sekalipun, jika mereka menelan kekalahan, peluang lolos masih tetap terbuka. Kondisi tersebut sangat bergantung pada hasil pertandingan lain serta perolehan poin dari tim peringkat ketiga terbaik.

Pelatih Steve Clarke diperkirakan tetap akan mempertahankan identitas permainan pragmatis timnya. Fokus utama mereka terletak pada organisasi pertahanan yang rapat serta efektivitas saat melakukan transisi serangan.

Lini tengah Skotlandia dipastikan menjadi pusat permainan dalam laga ini. Nama-nama seperti Scott McTominay, John McGinn, Lewis Ferguson, dan Ryan Christie bakal memegang peran vital dalam meredam agresivitas lawan.

Kapten tim, Andy Robertson, menyatakan bahwa skuadnya tidak merasa gentar menghadapi tim dengan reputasi mentereng seperti Brasil. Ia justru melihat pertandingan ini sebagai peluang emas untuk membuktikan kualitas tim.

Kami akan menghadapi negara besar dan tim paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia, ujar Robertson. Tetapi pertandingan ini juga memberi kami kesempatan untuk mewujudkan impian kami. Kami ingin menciptakan sejarah bagi negara kecil kami, tambahnya.

Kepercayaan diri Skotlandia semakin tebal dengan dukungan besar suporter yang memadati Miami. Meski rekor pertemuan mencatat mereka belum pernah menang atas Brasil dalam 10 laga, momentum di Piala Dunia kali ini dianggap berbeda.

Di sisi lain, Brasil datang dengan modal empat poin hasil dari satu kemenangan dan satu hasil imbang. Tim besutan Carlo Ancelotti sempat ditahan imbang 1-1 oleh Maroko sebelum bangkit dengan kemenangan telak 3-0 atas Haiti.

Penampilan Selecao menunjukkan peningkatan yang signifikan pada laga kedua. Kombinasi Matheus Cunha, Vinicius Junior, dan Lucas Paqueta terbukti sangat efektif dalam membongkar pertahanan lawan.

Ancelotti juga mendapatkan kabar baik terkait kondisi skuadnya. Bintang veteran Neymar telah kembali berlatih penuh setelah absen di dua laga awal akibat cedera betis, sehingga berpeluang tampil perdana di turnamen ini.

Namun, Brasil dipastikan tidak akan diperkuat Raphinha. Penyerang sayap tersebut mengalami cedera hamstring saat melawan Haiti dan harus menepi dari lapangan.

Menanggapi kekuatan lawan, Ancelotti menegaskan tidak akan meremehkan Skotlandia. Menurut pelatih asal Italia tersebut, organisasi permainan dan karakter bertarung Skotlandia menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai.

Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, ungkap Ancelotti. Skotlandia memiliki kualitas, mereka adalah para petarung, dan mereka sangat terorganisasi, pungkasnya.

Statistik menunjukkan Brasil mendominasi rekor pertemuan dengan delapan kemenangan dan dua hasil imbang. Namun, di panggung Piala Dunia, motivasi Skotlandia untuk mencetak sejarah baru akan menjadi faktor pembeda dalam laga sengit nanti.