Berita

Menaker Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Dunia Kerja Baru

15
×

Menaker Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Dunia Kerja Baru

Sebarkan artikel ini

Bandung – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Indonesia perlu menyiapkan generasi masa depan dengan keterampilan yang relevan sekaligus karakter yang kuat agar siap menghadapi perubahan dunia kerja yang terus bergerak.

Ia mengatakan, perubahan tersebut dipicu oleh perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi hijau, pola kerja jarak jauh, hingga persaingan global yang kian ketat.

“Lanskap dunia kerja terus berubah. Karena itu, kita perlu menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang,” kata Menaker saat menjadi pembicara pada Global Parenting Summit 2026 dengan tema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia di Bandung, Sabtu (20/6/2026).

Menaker mengemukakan, laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memperkirakan 22 persen pekerjaan akan terdampak perubahan hingga 2030.

Pada periode yang sama, sekitar 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan muncul, sementara 92 juta pekerjaan lainnya berpotensi tergantikan.

Menurutnya, proyeksi itu menunjukkan kebutuhan kompetensi di dunia kerja juga terus berkembang. Dunia kerja masa depan, kata dia, tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman.

Menaker menilai penguatan keterampilan masa depan menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju 2045. Indonesia, kata dia, memiliki peluang besar menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia pada 2045 dengan pendapatan per kapita yang diproyeksikan mencapai USD 23.000 hingga USD 30.300 sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025-2045.

Menurutnya, peluang tersebut harus ditopang SDM yang unggul, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Di tengah bonus demografi yang masih berlangsung, keberhasilan Indonesia mencapai target itu sangat bergantung pada kemampuan menyiapkan generasi yang kompeten dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

“Karena itu, generasi masa depan perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis,” kata Menaker.

Ia juga menegaskan, keterampilan masa depan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti integritas, disiplin, tanggung jawab, etika, dan empati menjadi fondasi penting dalam membangun talenta yang berkualitas.

Menaker menambahkan, di tengah kemajuan AI yang semakin pesat, kemampuan manusia yang tidak dapat digantikan teknologi justru akan semakin bernilai.

Kemampuan membangun kepercayaan, berempati, berkomunikasi, memimpin, dan bekerja sama disebutnya menjadi keunggulan yang harus terus dikembangkan.

“Semakin canggih AI, semakin penting keterampilan manusia yang tidak dapat ditiru oleh mesin. Semakin canggih AI, semakin langka dan semakin bernilai sentuhan manusia,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Menaker juga mengajak para orang tua mengambil peran aktif dalam menyiapkan generasi masa depan. Menurutnya, keluarga merupakan ekosistem pembelajaran pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter, kebiasaan belajar, dan pola pikir anak.

“Anak-anak kita mungkin akan bekerja pada profesi yang hari ini bahkan belum ada. Karena itu, tugas kita bukan hanya menyiapkan mereka untuk satu pekerjaan tertentu, tetapi membekali mereka dengan kemampuan belajar, karakter yang kuat, serta keterampilan yang membuat mereka siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” pungkas Menaker.

saudi-luncurkan-super-apps-bantu-jemaah-haji,-ada-bahasa-indonesia
Berita

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci terus berjalan lancar. Hingga Jumat (19/6/2026), sebanyak 121.301 jemaah dan petugas haji telah tiba kembali di Tanah Air. Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, mengatakan bahwa fase kepulangan bukan sekadar perjalanan kembali dari Arab Saudi menuju Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membawa pulang nilai-nilai haji ke tengah kehidupan bermasyarakat….